oleh

Resmi DiLantik ; HKTI Sumsel Harus Turut Andil Mensejahterakan Petani Indonesia !

Oleh : | Editor : Noviani Dwi Putri
Dibaca :283 kali | Durasi baca : 2 Menit

SWARAID-PALEMBANG, (24/02/2021): Himpunan kerukunan tani Indonesia (HKTI) Sumatera Selatan di harapkan mampu menjadi tauladan bagi pemuda se- Sumsel dalam mewujudkan majunya pertanian di Sumsel, sebut orang nomor dua di Sumsel, Mawardi Yahya dalam sambutannya pada pelantikan pengurus HKTI Sumsel, di gedung Bina Praja Pemprov Sumsel.

Stigma profesi petani sebagai kaum bawah sudah seharusnya ditanggalkan, hal ini tentu dengan alasan kuat, bahwa petani memiliki peranan penting. Dimana seperti pada kuartal II di tahun 2020 sektor pertanian menjadi penyumbang tertinggi terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Dengan pencapaian pertumbuhan ekonomi nasional pada sektor pertanian di angka 16.24% ( quartal to quartal) atau tetap berkontribusi positif 2.19% (year on year).

Oleh karena itu, melihat potensi besar pada sektor pertanian di Indonesia, perlu di topang dengan SDM yang kompeten sesuai peranan dan ditunjang dengan teknologi dan inovasi. Pertanian di Indonesia dapat efektif dan efisien serta dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

Seperti disebutkan Mawardi Yahya, ia mengharapkan pemuda tidak lagi gengsi terhadap profesi petani. Yang pada sebetulnya pertanian punya peranan besar dalam tatanan ekonomi Indonesia.

Baca Juga :  Herman Deru Motovasi Petani Agar Memiliki Jiwa Wirausaha

“Saya mengajak Pemuda Tani Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) di Sumsel agar tidak gengsi. Profesi sebagai pertani  adalah pekerjaan mulia dan tidak mengurangi marwah di mata masyarakat dan saya yang sekarang tidak muda lagipun masih aktif sebagai petani seperti nanas, aren, dan beberapa lainnya.” Ujarnya dalam kata sambutan acara pelantikan pengurus Pemuda Tani HKTI Sumsel .

Bagi Mawardi, sektor pertanian menjadi sektor yang begitu penting dalam tatanan kehidupan, termasuk jalannya roda pemerintahan. ditambah Sumsel kaya dengan Sumber Daya Alam (SDA) yang masih membutuhkan sentuhan teknologi dalam menggeliatkan pertumbuhan ekonomi pada sektor pertanian secara maksimal dalam rangka menjadikan daerah ini sebagai lumbung pangan nasional.

Untuk itu, kehadiran Pemuda Tani HKTI bisa memberikan angin segar terhadap kemajuan pertanian di Sumsel. Terutama dalam bidang peningkatan kualitas SDM serta peran aktif dalam berbagai sektor pertanian di Sumsel. Sehingga mampu menjawab persoalan-persoalan pada petani.

“Buatlah inovasi agar petani tidak lagi harus berjibaku dengan cara bertani konvensional. Melainkan bertani dengan menggunakan teknologi. Sehingga  dengan tenaga dan biaya yang sedikit  namun mampu mencapai hasil yang maksimal,” imbuhnya.

Baca Juga :  HD : Segera Kita Wujudkan Sumsel 100 Persen Diterangi PLN

Di lain pihak, Ketua Umum DPP Pemuda Tani HKTI, Rina Sa’ada, Lc., M.Si menyebutkan secara menyeluruh Pemuda Tani HKTI sudah terbentuk di 20 provinsi di Indonesia dengan kisaran jumlah anggota mencapai 3.000 kader.

Diluar itu, Rina Sa’ada menyampaikan Pemuda Tani HKTI hadir guna ikut andil mensejahterahkan para petani Indonesia. Serta menyambung estafet SDM pertanian yang unggul dan inovatif karena  rentang usia petani didominasi yang berumur 45 tahun ke atas, dimana secara pemahaman terhadap inovasi baru lebih minim, sementara SDM yang kompeten hanya di angka sekitar 30% sebagai petani.

Seperti contoh, peran Pemuda Tani HKTI Sumsel juga dapat memberikan edukasi dalam pencegahan kebakaran hutan dan lahan dilakukan dengan cara sosialisasi kepada masyarakat agar dalam memulai masuk musim tanam tanpa membakar lahan dan lain sebagainya.

“Pemuda Tani HKTI harus menjadi contoh, bagimana cara bertani dengan tidak merusak alam ataupun menyebabkan terjadinya karhutlah,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua DPD Pemuda Tani HKTI Sumsel yang dilantik, Syahrin, S.Pd mengutarakan siap mengemban amanah untuk menciptakan petani melenial di Sumsel. Yang pada sebelum nya upaya ini telah dilakukan di beberapa tempat seperti contoh petani milenial diantaranya di kabupaten OKUT, Muara Enim, dan OKUS, dan selanjutnya akan dibentuk di 17 kabupaten/kota Se-sumsel.

Baca Juga :  ISPO ; Upaya Meningkatkan Daya Saing Minyak Sawit Indonesia di Pasar Dunia

“Kita akan melakukan sosialiasi kepada masyarakat, petani dan pemuda serta memberikan contoh dalam peningkatan pertanian yang inovatif melalui teknologi,” pungkasnya.

UMKM Kito - Solusi UMKM Go-Online

Komentar

Berita Lainya