25 Juli 2025 - 02:11 WIB | Dibaca : 5,218 kali

Raup Omzet Jutaan Rupiah, Koperasi Merah Putih Sukodadi Jadi Percontohan Koperasi Modern

Laporan : Riski
Editor : Egi Saputra

Swara.id | Palembang – Koperasi Merah Putih Sukodadi di Kecamatan Sukarami, Kota Palembang, mencatatkan geliat ekonomi yang signifikan dengan omzet harian mencapai jutaan rupiah. Meski baru mengantongi badan hukum pada Mei 2025, koperasi ini telah berkembang pesat dan menjadi salah satu koperasi percontohan dalam program nasional Koperasi Merah Putih.

Ketua Koperasi Keluarga Merah Putih (KKMP) Sukodadi, Taat Suyudana, mengungkapkan bahwa koperasi ini awalnya bergerak di sektor produksi, khususnya pembibitan ikan. Namun kini telah merambah ke berbagai unit usaha seperti budidaya jamur, gerai sembako, apotek, klinik, hingga bank sampah.

“Untuk omzet sembako di KKMP Sukodadi sendiri, bisa mencapai Rp 5 juta per hari,” ujar Taat, Kamis (24/7/2025).

Menurutnya, unit budidaya jamur dan pembenihan ikan menjadi sektor paling produktif saat ini. Ia menjelaskan bahwa modal awal koperasi berasal dari simpanan pokok, wajib, dan sukarela 30 anggotanya, dengan nilai sekitar Rp 40 juta.

Namun, Taat mengakui masih ada tantangan besar, terutama terkait Sumber Daya Manusia (SDM) dan belum cairnya dukungan permodalan dari pemerintah. “Masih menunggu petunjuk teknis (juknis) dari Himbara dan OJK,” ujarnya.

Baca Juga :  Aturan Baru Gas LPG 3 Kg, Tak Ada Lagi Pengecer !

Meski sudah berbadan hukum dan memiliki beragam unit usaha, beberapa warga di sekitar Sukodadi mengaku belum banyak mengetahui informasi koperasi ini, terutama soal layanan simpan pinjam.

Berbeda halnya dengan Koperasi Merah Putih 9 Ilir yang dipimpin Nyimas Ely Agustina. Koperasi ini sudah berdiri selama dua tahun dengan fokus pada usaha simpan pinjam dan mayoritas anggotanya adalah ibu rumah tangga.

“Sangat membantu warga sekitar yang perlu uang mendadak dari jeratan rentenir karena bunga ringan dan bisa pinjam 24 jam, jadi kalau mendadak juga bisa dilayani,” kata Ely.

Layanan simpan pinjam di koperasi ini menerapkan bunga ringan 1 persen per bulan. Jumlah pinjaman biasanya berkisar ratusan ribu hingga Rp 1 jutaan, namun peminatnya cukup banyak.

Kehadiran koperasi-koperasi ini sejalan dengan peluncuran nasional program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP/KKMP) oleh Presiden Prabowo Subianto, Senin (21/7/2025). Sebanyak 80.081 koperasi serupa diluncurkan secara serentak di Indonesia, dan KKMP Sukodadi menjadi salah satu yang ikut dalam peluncuran secara daring.

Baca Juga :  Seluruh Kepala OPD Kota Palembang Paparkan Usulan Program TA 2022

Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, memberikan dukungan penuh terhadap program ini dan menyatakan bahwa saat ini telah ada 107 Koperasi Merah Putih di Kota Palembang yang sudah berbadan hukum.

“Ke depan kita akan optimalkan di beberapa kelurahan lainnya, karena ada di 35 kelurahan yang baru usahanya baru jalan. Jadi sisa 73 kelurahan belum berjalan yang ini akan dioptimalkan lagi, dan dalam waktu dekat akan dirapatkan lurah-lurah yang ada,” jelas Ratu Dewa.

Dengan bertumbuhnya koperasi-koperasi produktif di Palembang, pemerintah kota berharap sektor ekonomi kerakyatan dapat menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Komentar