oleh

Ini Yang Dilakukan DPKP Kota Palembang Untuk Mendorong Produktivitas Petani

Oleh : | Editor : Noviani Dwi Putri
Dibaca :351 kali | Durasi baca : 2 Menit

SWARAID-PALEMBANG, (05/08/2021): Meski kota Palembang merupakan kota metropolitan yang para penduduknya terkonsentrasi pada sektor administrasi, perbankan, industri, dan perdagangan. Tak banyak yang tau, di daerah pinggiran seperti Gandus, Pulokerto, Kalidoni, dan sekitaran pinggir sungai Musi memiliki kawasan mencapai 5 ribu hektar lebih merupakan lahan persawahan padi.

Dengan lahan pertanian yang terbilang besar di dalam skala perkotaan, para petani di kota Palembang mampu memproduksi padi 15.000 ton dalam sekali tanam, yang memenuhi kebutuhan mencapai 10 persen kebutuhan penduduk kota Palembang.

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kota Palembang berharap para petani dapat memanfaatkan lahan yang telah dipanen untuk masa tanam kedua. Hingga saat ini, diungkapkan Kepala DPKP kota Palembang Sayuti, masih terbilang rendah 25 persen dari keseluruhan lahan yang dimanfaatkan petani guna masa tanam kedua.

Alasannya, di jelaskan Sayuti adalah faktor cuaca yang kini mulai memasuki musim kemarau, membuat lahan menjadi kering, sebab petani Palembang masih memanfaatkan metode penadahan air hujan untuk pengairan lahan.

Baca Juga :  Harnojoyo dan Tim Turun ke Jalan Pasang Stiker dan Baliho

Jika dibandingkan dengan daerah yang memang terfokus pada sektor pertanian, masih terbilang kecil. Katakanlah seperti di wilayah Kabupaten Banyuasin yang merupakan lumbung padi Sumatera Selatan. Meski demikian, dorongan Pemerintah Kota Palembang guna mendorong petani di kota Palembang terus dilakukan. Seperti alat bantu uruk tanah teraktor modern, hingga pompa air.

“kita kan sudah ado banyak pompa-pompa yang rata-rata sawah khususnya daerah Gandus, Kertapati Kalidoni, itu kan pinggiran Sungai Musi. Jadi kita berharap mereka sudah panen, katakanlah sampai akhir Agustus ini dia tanam lagi. Kita juga sudah punya alat pertanian termasuk Jonder untuk percepat proses pengolahan tanah.” Terang Sayuti.

Bahkan guna mendorong petani untuk lebih memaksimalkan lahannya pada masa tanam kedua, Sayuti Kepala DPKP Kota Palembang menjelaskan, hingga di musim panen ini para penyuluh pertanian masih tetap diturunkan guna dapat memberikan motivasi kepada petani kembali menanam setelah panen pertama ini selesai.

“Kita tetap motivasi kawan-kawan penyuluh lapangan tetap turun dalam rangka pembinaan, sehingga dia jangan sampai terkait dengan pelaksanaan kegiatan-kegiatan pertanian tetap jalan. Contohnya kita berharap sudah panen kalau memang dimungkinkan airnya ada dan pompanya siap, kita bisa suruh dia tanam lagi.”

UMKM Kito - Solusi UMKM Go-Online

Komentar

Berita Lainya