oleh
Topik :

Mengaku Ditipu Bos Ikan 700 Juta, Warga Jateng Ini Tempuh Jalur Hukum

Oleh : | Editor : Noviani Dwi Putri
Dibaca :153 kali | Durasi baca : 1 Menit

SWARAID-PALEMBANG, (22/03/2021): Seorang warga Rembang, Provinsi Jawa Tengah bernama Irawan diduga ditipu bos ikan asal Palembang berinisial H hingga mengalami kerugian Rp 700 Juta dan melaporkan kejadian tersebut ke SPKT Polrestabes Palembang pada Senin (22/03/21).

Saat melapor ke polisi, korban Irawan diwakili kuasa hukum dari Tim LBH Musi Bersatu, yakni Martha Hutabarat SH., MH, Paulo Rosi SH dan Tara Febri Ramadan SH., MH.

Menurut kuasa hukum korban, Yakni Tara Febri Ramadan SH MH, terlapor berinisial H merupakan bos ikan di kawasan Pasar Ikan Jakabaring. Kasus itu terjadi pada tanggal 23 November 2019 lalu, yang sekarang telah berlangsung dua tahun.

“Awalnya klien kami mengirimkan ikan sebanyak 28 ton berupa ikan giling dengan dikirim sebanyak empat kali pengiriman. Total uangnya itu sekitar Rp 700 juta.” Ujar Tara.

Lanjutnya, Irawan melaporkan H, karena hingga sekarang setelah barang dikirim belum dibayarkan. Padahal, perjanjian setelah barang datang paling lambat 7 hari pembayaran akan dilakukan.

“Sampai tahun 2021 ini klien kami belum dibayar. Tidak hanya ikan saja, terlapor juga meminta barang berupa fiber dan basket jenis keranjang ikan belum juga dibayarkan.” Jelas Tara.

Baca Juga :  Sertijab di Mapolrestabes, Dua Kasat Akan Jabat Kapolres di Sumsel

Ia dan kliennya sangat berharap kepada polisi untuk segera menindaklanjuti laporan tersebut. Lantaran kasus ini dinilai telah melanggar hukum pidana yang berlaku di Indonesia.

“Semoga kasus ini cepat dituntaskan oleh pihak kepolisian.” Kata Tara saat diwawancarai oleh para awak media usai melapor di SPKT Polrestabes Palembang, pada Senin (22/3/21).

Sementara itu, Kasubag Humas Polrestabes Palembang Kompol Muhammad Abdullah, membenarkan laporan korban sudah diterima anggota piket SPKT Polrestabes Palembang.

“Iya, laporan korban sudah diterima, selanjutnya akan diserahkan ke Unit Satreskrim untuk ditindaklanjuti.” Tutupnya.

 

Komentar

Berita Lainya