oleh

Dianiaya Mantan Suami, Janda 3 Anak Tak Terima

Oleh : | Editor : Noviani Dwi Putri
Dibaca :167 kali | Durasi baca : 1 Menit

SWARAID – PALEMBANG, (19/12/20):
Seorang wanita berinisial FT (30) mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Palembang melaporkan atas dugaan penganiayaan yang telah dilakukan oleh mantan suaminya sendiri.

Menurut informasi yang dihimpun, mantan suami korban yang berinisial BA tersebut memaksa ingin mengambil anaknya di rumah korban yaitu di Jalan S. Prawiro Kelurahan Sukabangun, Kecamatan Sukarami, Palembang, pada Jumat (18/12/20) sekitar pukul 00.30 WIB dini hari.

Dari keterangan korban, mulanya ia mencoba menghalangi aksi mantan suaminya yang ingin mengambil paksa anaknya, diduga kesal karena dihalangi membuat BA akhirnya menganiaya FT (30).

“Saat itu dia datang dengan temannya yang saya tidak tahu berapa orang, kemudian mantan suami saya itu langsung menarik anak nomor 3 saya, namun saya tetap mempertahankan sehingga terjadi tarik-menarik antara kami.” Terang Korban.

FT menambahkan, bahwa mantan suaminya tersebut seketika mendorongnya hingga dirinya terbentur ke arah dinding rumah cukup keras.

“Lalu kemudian ia membawa anak saya pergi dan tidak hanya itu, adik sepupu yang kebetulan berada di TKP diancam juga olehnya untuk tidak memberitahukan kejadian itu.” Ungkap Korban.

Baca Juga :  Diduga kena Hipnotis, Satpam melapor ke Polisi

Lalu kemudian, korban merasa tidak terima telah dianiaya dan takut terjadi hal yang tidak diinginkan kepada anaknya, lantas korban memutuskan melapor ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Palembang.

“Saya harap dia dapat bertanggungjawab atas perbuatannya kepada saya dan saya ingin anak saya kembali kepada saya lagi.” Tutup Korban saat diwawancarai oleh para awak media pada usai melapor di SPKT Polrestabes Palembang.

Kasubbag Humas Polrestabes Palembang, AKP irene membenarkan adanya laporan dari korban berinisial FT (30) yang diduga telah menjadi korban penganiayaan oleh mantan suaminya.

“Laporan korban sudah diterima anggota piket SPKT kita, selanjutnya laporan korban tersebut akan ditindaklanjuti oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak serta Unit Satreskrim Polrestabes Palembang.” Tutup Irene.

Komentar

Berita Lainya