oleh

Sembako Bakal Naik Menjelang Ramadhan ! Ini Antisipasi Dinas Perdagangan

Oleh : | Editor : Noviani Dwi Putri
Dibaca :253 kali | Durasi baca : 2 Menit

SWARAID-PALEMBANG, (21/02/2021): Jelang masuki bulan Ramadhan, diprediksi harga pangan akan mengalami kenaikan di pasar-pasar tradisional di kota Palembang. Hardayani, Kepala Dinas Perdagangan Kota Palembang menyebutkan bila kenaikan harga bahan pangan adalah fenomena tahunan yang akan terjadi.

Terutama pada bahan sembako, Hardayani memastikan jelang bulan puasa akan ada kenaikan harga namun dalam angka masih wajar, meski demikian pihaknya akan tetap mengantisipasi kenaikan harga bahan pangan tersebut. Dimana pihaknya pun saat ini rutin melakukan pemeriksaan dengan operasi pasar agar tidak terjadi penimbunan dan dikeluarkan dengan harga tinggi.

“Harga sembako, cabe, bawang, memang ada kenaikan, tapi masih dalam taraf wajar. Biasanya iya, (kenaikan harga jelang Ramadhan ) ini kan masih satu bulan lagi kan. Tapi nanti menjelang Ramadan memang ada kenaikan. Cuman tetap kita antisipasi.” Ungkapnya.

Seperti kenaikan pada saat ini, dijelaskan Hardayani disebabkan beberapa daerah penghasil sayuran seperti cabai, bawang, dan lainnya masih banyak yang belum panen, bahkan ada yang gagal panen, serta lonjakan permintaan di masyarakat.

Baca Juga :  3 ASN Dinas Perdagangan Kota Palembang Ditetapkan Sebagai Tersangka

“Kita setiap hari tetap memantau harga, terutama bahan pokok. Kita pantau, jadi kalau ada (kenaikan harga) kita antisipasi. Pertama kita menghimbau untuk pedagang ada batas toleransinya nggak boleh naik terlalu tinggi. Kemudian untuk pembeli kita sarankan jangan sampai menimbun, jadi belanja sesuai dengan kebutuhan.” Jelasnya.

Selain itu, guna memenuhi kebutuhan, Dinas Perdagangan Kota Palembang berencana kembali akan membuka pasar murah, namun disampaikan oleh Hardayani rencana tersebut masih menunggu izin dari gugus tugas covid-19, mengingat masa pandemi di kota Palembang yang belum menunjukkan angka penurunan penyebaran.

“Kalau pasar murah insyaallah ada di 18 Kecamatan, kita masih menunggu izin dari gugus tugas. Karena kan pasti bakal ada kerumunan, nah itu jadi kita harus antisipasi juga sesuai dengan protokol covid.”

Untuk daging, Hardayani mengatakan juga akan terjadi kenaikan harga. Namun untuk terkait ketersediaan, dijelaskan pihak Bulog juga akan mensuplai daging impor dengan harga lebih murah yang akan dipasarkan melalui bazar dari Dinas Perdagangan Kota Palembang.

Baca Juga :  Burung Hilang, Kakek Melapor Ke Mapolrestabes

Meski akan dijual lebih murah ketimbang daging lokal, Hardayani berspekulasi tidak akan terjadi ketimpangan sebab menurutnya dengan adanya daging impor di bulan Ramadhan, maka akan ada pilihan bagi masyarakat.

“Untuk daging biasanya ada kenaikan, tapi biasanya Bulog bekerja sama dengan kita. Nanti ada daging impor dari Bulog dengan harga 80 ribu, terkait perbedaan harga dengan daging lokal itu tidak (ketimpangan harga) jadi masyarakat ada pilihan.”

Menurut Hardayani, pada harga daging lokal maksimal kenaikan akan terjadi H-7 hari raya idul Fitri, dengan harga tertinggi mencapai Rp. 165 ribu per kilogram. Sedangkan untuk harga daging impor akan naik hingga Rp. 85 ribu perkilogram.

UMKM Kito - Solusi UMKM Go-Online

Komentar

Berita Lainya