oleh

Masih Banyak Permasalahan Pertanian, Asri : Padahal Ada Reforma Agraria !

Oleh : | Editor : Noviani Dwi Putri
Dibaca :312 kali | Durasi baca : 2 Menit

PALEMBANG-SWARAID, (26/02/2021): Jelang kongres Serikat Tani Nasional (STN), berbagai bentuk konsolidasi gencar dilakukan, baik di tingkat nasional maupun wilayah. Seperti road show yang dilakukan STN mulai dari akar rumput petani hingga stakeholder (instansi pemerintah ataupun korporasi).

Diungkapkan Ketua Pengurus Wilayah (KPW) STN Sumatera Selatan, Muhammad Asri Lambo dalam menyoroti pertanian di Sumsel. Ia menilai, masih begitu banyak permasalahan di bidang pertanian.

“Kami sudah road show ke akar rumput petani bahkan ke stakeholder yang bergerak di pertanian, dari konsolidasi tersebut kami dapat menyimpulkan ada banyak Persoalan di petani kita baik di agraria maupun di pemberdayaan petani.” Ungkap Asri kepada SWARAID.

Dibeberkan pula oleh Asri , khusus di Sumatera Selatan, setidaknya ada 8 kabupaten atau kota yang tengah terjadi konflik dan sengketa agraria, baik sengketa perorangan maupun masyarakat yang berkonflik dengan perusahaan. Sementara menurut Asri, ada program reforma agraria yang harus terus dikonsolidasikan sebagai jalan tengah resolusi konflik yang terjadi di Sumatera Selatan.

“Padahal sudah ada Program Reforma Agraria, ini perlu dikonsolidasikan kembali agar bisa mendapatkan resolusi yang tepat dan terbaik untuk kesejahteraan petani- petani.” Pungkasnya.

Baca Juga :  Komisi II DPRD Sumsel Terima Perwakilan STN, Aliansi BEM Se-Sumsel dan Gertak

Masalah pertanian, menurut Asri Lambo tidak hanya tentang konflik lahan antara petani dan perusahaan, namun di paparkan Asri kerap kali ditemui kasus kelangkaan hingga lambatya pendistribusian pupuk pertanian, hal seperti ini pun akhirnya menjadi krusial sebab keberhasilan petani bergantung cukup besar terhadap ketersediaan pupuk.

Tak cukup sampai disitu, permasalahan pada petani juga datang pada sektor hilirisasi, pada pasar komoditi pertanian yang di jelaskan Asri Lambo masih sangat fluktuatif dan daya serap hasil produksi yang bergantung pada permintaan ekspor.

“Pasar Komoditi kita sangat fluktuatif, ini perlu keseriusan dari pemerintah bagaimana memastikan stabilitas harga komoditi pertanian & perkebunan, salah satunya dengan membuat jaringan pasar yang kuat dan membuat Industri pengolahan komoditi sehingga daya saing harga bisa sehat.” Jelasnya.

Disampaikan Asri Lambo pula, teknologi pertanian yang masih belum merata bahkan tidak tepat sasaran, menjadi permasalahan selanjutnya. Terkhusus terkait dengan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan), masih sangat mudah untuk melihat tidak ratanya pembagian bantuan tersebut. Tentu hal ini pada akhirnya terjadi ketimpangan pada sektor produksi pertanian terutama.

Baca Juga :  Bergabung ke Dalam Parpol ; STN Majukan Perjuangan Petani Indonesia

“Pemerintah seharusnya memperhatikan pengembangan teknologi informasi, karena ini penting, di era sekarang banyak negara-negara yang pertaniannya maju dengan sudah menggunakan teknologi digital baik pada sektor hulu maupun hilir pertanian, mulai dari pengolahan tanah sampai dengan pengemasan buah sudah pakai teknologi digital. Ini perlu kita kejar.” Tutupnya.

UMKM Kito - Solusi UMKM Go-Online

Komentar

Berita Lainya