14 Oktober 2022 - 10:36 WIB | Dibaca : 8,119 kali

Harga TBS Murah Ketika Ekspor Produk Sawit Justru Sedang Melonjak

Laporan : Riski
Editor : Noviani Dwi Putri

Idealnya berdasarkan harga CPO, harga TBS seharusnya Rp 2.600 sampai Rp 2.750 per kg

SWARAID, JAKARTA: Ekspor produk sawit Indonesia telah melonjak tajam, namun disayangkan harga tandan buah segar (TBS) yang dibeli pabrik rata-rata saat ini masih di bawah Rp1800 per kg.

Dikatakan Ketua Apkasindo, Gula Manurung, harga untuk petani bermitra lebih baik yaitu Rp 2.048 per kg.

Tapi, harga tersebut masih di bawah rata-rata harga yang ditetapkan Dinas Perkebunan di 22 Provinsi senilai Rp 2.128 per kg.

“Idealnya berdasarkan harga CPO, harga TBS seharusnya Rp 2.600 sampai Rp 2.750 per kg,” kata Gulat, Jumat (14/10/22).

Dikatakan Gulat, bahwa harga TBS saat ini masih di bawah harga pokok produksi atau HPP senilai Rp 1.950 – 2.350 per kg. Harga TBS yang rendah menyebabkan daya beli petani semakin merosot.

Kondisi bagi petani semakin berat karena harga pupuk saat ini naik hingga 300%. Hal itu menyebabkan sebanyak 65 % petani sawit saat ini tidak melakukan pemupukan untuk mengurangi biaya produksi.

Sementara 25% petani lainnya masih melakukan pemupukan namun hanya setengah dosis.

Baca Juga :  Nilai Ekspor Sawit Indonesia 2021 Tembus Rp419,3 Triliun; Tertinggi Dalam Sejarah

Sepuluh persen lainnya masih memupuk tanaman sawit menggunakan pupuk organik atau yang tidak jelas kualitasnya.

“Hal ini akan berbahaya karena akan mempengaruhi produktivitas kebun sawit rakyat,”ujarnya.

Menurut Gulat, fenomena tersebut sudah terjadi sejak enam bulan lalu. Hal ini berdampak pada produktivitas kebun sawit rakyat yang anjlok sampai 40% sebagai dampak perilaku pemupukan kebun sawit rakyat.

Ekspor Produk Sawit Melonjak

Dalam catatan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), ekspor produk sawit Indonesia pada Agustus 2022 naik 60% dibandingkan bulan sebelumnya.

Pengiriman ke India tercatat mengalami kenaikan tertinggi hingga 193% dibandingkan Juli 2022. Sementara di posisi kedua dan ketiag adalah Cina dan Uni Eropa.

Berdasarkan catatan GAPKI, ekspor produk sawit Indonesia pada Agustus 2022 mencapai 4,33 juta ton.

Jumlah tersebut naik 1,63 juta ton dari Juli 2022 yang mencapai 2,7 juta ton. Kenaikan ekspor tertinggi adalah jenis olahan CPO dari 1,92 juta ton pada Juli 2022 menjadi 2,97 juta ton pada Agustus 2022.

Baca Juga :  Wabup Banyuasin Hadiri Rapat Penetapan Harga Pembelian TBS Sawit

“Lonjakan ekspor yang terjadi pada bulan Agustus dikarenakan pemerintah memberikan relaksasi berupa zero levy yang diperpanjang sampai Oktober 2022, dan rencananya pemerintah, melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, akan memperpanjang sampai akhir tahun,” ujar Direktur Eksekutif GAPKI, Mukti Sardjono, melalui keterangan tertulis, Selasa (11/10/22).

Komentar