oleh

Pilkades, Ketua DPC REPDEM Banyuasin : Prioritaskan Program Khusus Kesehatan!

Oleh : | Editor : Noviani Dwi Putri
Dibaca :334 kali | Durasi baca : 2 Menit

SWARAID-BANYUASIN, (03/08/2021): Sebanyak 240 desa di Kabupaten Banyuasin akan melangsungkan pesta demokrasi pemilihan kepala desa secara serentak, yang akan di selenggarakan pada November mendatang. Pendaftaran calon kades sendiri telah dibuka sejak kemarin, Senin (02/08/21).

Di tengah pandemi Covid-19 yang belum menunjukkan tren positif, Pilkades di kabupaten Banyuasin akan tetap digelar, tentunya dengan protokol kesehatan yang ketat.

Namun yang terlebih penting dari momen ini, keselamatan dan kesehatan masyarakat menjadi hal yang sangat pokok. Hampir seluruh sendi kehidupan carut marut dilanda pandemi.

Pandemi covid-19 ini juga menyadarkan kita kembali bahwa penyakit, kebersihan, kedisiplinan dan segala bentuk yang berhubungan dengan kesehatan harus menjadi perhatian yang begitu penting. Tanggung jawab tersebut bukan hanya mejadi beban pemerintahan pusat bahkan ini juga menjadi menjadi perhatian dan tanggung jawab sampai tingkat desa bahkan RT, hingga komunitas terkecil, yaitu keluarga.

Menyoroti pesta demokrasi Pilkades yang bakal terselenggara di 240 desa di kabupaten Banyuasin, ketua DPC REPDEM Kabupaten Banyuasin, Muhammad Asri menitik beratkan beberapa hal tentang program khusus kesehatan dan kekebalan komunitas yang ke depan harus mendapatkan perhatian khusus oleh bakal Kepala Desa, sebagai program prioritas dimana yang selama ini terkadang hanya menjadi Program sampingan (bukan prioritas).

Baca Juga :  Rapat Paripurna. Ketua DPRD : OPD Yang Hadir Itu-Itu Saja!

“Saya kira menjadi penting dan pelajaran berharga di pandemi ini bagi semua bakal calon Kades (harus) punya konsep program khusus kesehatan dan kekebalan komunitas, dimana yang selama ini mungkin hanya menjadi Program sampingan (bukan prioritas).” Tuturnya.

Tak sampai disitu, Muhammad Asri juga merumuskan 4 poin program kesehatan yang dapat menjadi referensi bagi calon Kades yang akan bertarung pada pesta demokrasi Pilkades mendatang;

Pertama, kades terpilih harus bisa memikirkan makanan-makanan bergizi untuk masyarakat desa, sosialisasi makanan 4 sehat 5 sempurna, jika perlu ada tim khusus. Kalau perlu ada Program Anti Gizi Buruk di desa. Harus dipastikan masyarakat desa tidak ada yang kelaparan dan semua kebutuhan gizi terpenuhi.

Kedua, di wilayah Banyuasin, khususnya perairan masih banyak tempat pembuangan hajat di atas sungai (WC cemplung). Ini juga harus menjadi perhatian aparat desa ke depan. Karena jika Sungai tercemar, penyakit akan lebih muda menular. Sebagaimana diketahui, masih banyak masyarakat perairan menggunaka air sungai untuk MCK, bahkan untuk memasak.

Baca Juga :  Dinkes Kota Palembang dan RS Siloam Bersinergi Vaksinasi Lansia

Ketiga, pelayanan medis harus di perkuat lagi. Transportasi cepat, tepat, dan gratis harus disediakan desa, jika perlu per dusun agar jika terjadi kondisi gawat darurat, masyarakat dapat segera dapat diselamatkan.

Keempat, desa juga harus bisa mengembangkan produsi obat-obatan herbal yang bisa mengobati penyakit ringan, dan tidak membuat masyarakat menjadi konsumtif, akan tetapi bisa menjadi produsen obat-obatan herbal juga.

“Itulah empat pandangan dan gagasan kami yang bisa menjadi bahan pertimbangan bagi para Kepala Desa yang menjadi ujung tombak kepemimpinan di desa.” Tutup Asri.

UMKM Kito - Solusi UMKM Go-Online

Komentar

Berita Lainya