oleh

Konsumsi Meningkat, Distribusi Air PDAM Tirta Musi Akan Dibuat Bergilir

Oleh : | Editor : Noviani Dwi Putri
Dibaca :150 kali | Durasi baca : 1 Menit

SWARAID-PALEMBANG, (03/08/2021): Pendistribusian air bersih PDAM Tirta Musi akan dilakukan secara bergilir. Hal ini diungkapkan oleh Direktur Utama Perumda Air Bersih Tirta Musi, Andi Wijaya.

Andi Wijaya menyarankan masyarakat kota Palembang, agar dapat lebih berhemat dalam menggunakan air bersih. Pasalnya Andi Wijaya menyebutkan, terjadi peningkatan kebutuhan air bersih di kota Palembang, di tengah musim kemarau yang melanda.

Merujuk pada neraca produksi konsumsi air bersih, diungkapkan saat ini dalam kondisi negatif, yang artinya permintaan masyarakat lebih tinggi dibandingkan ketersediaan air yang diproduksi oleh Tirta Musi.

“Sekarang lagi kemarau, jadi saya minta semua masyarakat berhemat, air bersih karena sekarang ini neraca kita masih negatif artinya permintaan pelanggan ini sudah lebih besar dari kemampuan kami untuk produksi.” Ungkapnya.

Meski demikian, Andi Wijaya mengungkapkan dalam kondisi kemarau saat ini, kapasitas produksi air bersih PDAM Tirta Musi pada kondisi normal dengan debit air 4.300 liter per detik, namun memang saat ini konsumsi masyarakat yang meningkat.

Baca Juga :  Sepenggal Kisah Penyelam Tradisional Sungai Musi Pencari Emas

” Jadi setiap kita berikan (produksi) itu selalu diambil. Jadi sebagai dasar saja yang selama ini orang pakai air sumur karena kemarau, ini mereka pakai air kita. Jadi berapa pun dikasih itu akan langsung habis, makanya kita pendistribusiannya bergilir terjadwal, tidak 24 jam.” Ungkapnya.

Seperti contoh di wilayah Kecamatan Sako dan beberapa tempat lain yang berada di kawasan ujung pendistribusian air, di jelaskan oleh Andi Wijaya akan sedikit mengalami kesulitan mendapatkan air bersih, dalam kondisi kemarau seperti saat ini.

Namun Andi meyakinkan, PDAM Tirta Musi terus berupaya meningkatkan produksi air bersih. Dijelaskannya bahwa PDAM Tirta Musi akan menggunakan dana pinjaman senilai Rp 90 miliar yang diperoleh dari Bank Sumsel Babel. Dana pinjaman tersebut akan digunakan sebagai penyelesaian pembangunan intake instalasi air bersih di Karang Anyar dengan kapasitas produksi mencapai 500 liter per detik.

“Progresnya sekarang mungkin sudah 65 persen, dan akhir tahun ini selesai. Jadi kemungkinan bisa menambah pasokan yang akan meng-cover 10.000 pelanggan.” Pungkasnya.

UMKM Kito - Solusi UMKM Go-Online

Komentar

Berita Lainya