oleh

Banyuasin Bakal Ekspor Produk Turunan Sabut Kelapa

Oleh : | Editor : Noviani Dwi Putri
Dibaca :401 kali | Durasi baca : 2 Menit

SWARAID-PALEMBANG, (15/08/2021): Bupati Banyuasin Askolani Jasi wacanakan ekspor produk turunan dari limbah kelapa berupa cocopeat yang berasal dari sabut kelapa yang selama ini tak pernah diolah oleh petani kelapa Banyuasin.

Kabupaten Banyuasin sebagai  salah satu daerah penghasil kelapa yang sudah di ekspor baik dalam bentuk kelapa bulat ataupun turunannya.

Pada kegiatan Merdeka Ekspor (14/08/21), komoditas kelapa menjadi salah satu produk unggulan Sumsel yang telah dikirim ke 11 negara tujuan.

Turut hadir pada pelepasan Merdeka Ekspor Sumsel, Askolani mengungkapkan, kegiatan ini akan memotivasi para petani Banyuasin dalam mengembangkan potensi hasil tani di daerahnya.

“Banyak sekali produksi pertanian yang bisa sangat memungkinkan untuk melakukan ekspor, salah satunya adalah karet, kelapa sawit, kelapa, dan tentunya sekarang yang harus kita siapkan untuk sabut kelapa, dan ini sabut kelapa yang sekarang persiapan ekspor juga.”

Muhammad Asri, Waketum DPN  Perhimpunan Petani Kelapa Indonesia (PERPEKINDO) mengungkapkan, sebagian masyarakat Banyuasin yang berprofesi sebagai petani kelapa saat ini belum banyak kemampuan mengolah menjadi produk turunan dan hanya menjual dalam bentuk mentah.

Baca Juga :  Wabup Banyuasin Mengecek Alat Pemadaman Karhutla ; Ada Yang Rusak !

Sabut kelapa yang selama ini dipandang sebagai limbah kini dapat dijadikan cocopeat yang berguna sebagai media tanam selain tanah adalah salah satu potensi besar pertumbuhan ekonomi di bumi Sedulang Setudung, Kabupaten Banyuasin.

Meski demikian, potensi besar tersebut dikatakan Asri masih terkendala akses, sebab di beberapa daerah produksi kelapa di Banyuasin berada di daerah perairan yang terputus oleh sungai Musi.

“Kami dari Perhimpunan Petani Kelapa Indonesia (PERPEKINDO) menyambut baik dan berterimakasih segala upaya yang dilakukan pemerintah dalam meningkatkan daya saing harga kelapa beserta Turunannya. Sabut Kelapa salah satu bagian dari kelapa yang belum maksimal pengolahannya, sehingga masih banyak sabut kelapa petani hanya jadi limbah dan dibakar. Terutama di wilayah perairan atau Jalur yang masih belum dijangkau Oleh pabrik sabut.” Kata Asri melalui sambungan WhatsApp.

Selain alat transportasi pengakutan bahan baku yang belum memadai, diungkapkan Asri kendala dari pengembangan sabut kelapa di Banyuasin adalah potensi pasar penjualan sabut kelapa yang pasang surut, sehingga perlu adanya peran serta pemerintah Kabupaten Banyuasin dalam mendorong pengembangan produksi turunan kelapa di Banyuasin.

Baca Juga :  Pemkab Banyuasin Gelar Zikir dan Doa Bersama

“Semua hasil olahan kelapa tersebut bernilai ekspor tinggi. Mudah-mudahan Pemerintah bisa Jemput bola dan bangun Industri pengolahan turunan kelapa di perairan. Ada banyak seperti pengolahan minyak, Santan ,Sabut, Batok, Air kelapa, bahkan lidi daun kelapa bisa diolah juga. Namun kita masih terkendala pengangkutan bahan baku.” Tutup Asri.

UMKM Kito - Solusi UMKM Go-Online

Komentar

Berita Lainya