Program Kartu Prakerja akan lebih fokus pada peningkatan kompetensi angkatan kerja sebagaimana konsep awal
SWARAID, JAKARTA: Kartu Prakerja telah memasuki gelombang ke 47 setelah 2 tahun program ini berjalan.
Bagi yang telah masuk kualifikasi kartu prakerja gelombang 47, masih bisa membeli pelatihan pertama hingga tanggal 30 November 2022 nanti.
Jika terlambat, maka peserta yang sudah masuk kualifikasi kartu prakerja gelombang 47 akan dicabut kepesertaannya dan masuk daftar hitam (blacklist).
Artinya, ia tidak akan mendapat bantuan pasca-pelatihan dan tidak bisa mendaftar Kartu Prakerja pada gelombang-gelombang selanjutnya.
Lantas, apakah tahun ini masih akan ada pendaftaran Kartu Prakerja di atas gelombang 47 ?
Diterangkan Kepala Komunikasi Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja William Sudhana, bahwa pendaftaran gelombang 47 merupakan yang terakhir di tahun ini.
Artinya, pendaftaran gelombang selanjutnya akan dibuka pada tahun depan.
“Sesuai dengan informasi yang sudah kita publikasikan, bahwa gelombang 47 adalah gelombang terakhir di tahun 2022,” kata William, Sabtu (12/11/22).
Ia mengingatkan kepada penerima Kartu Prakerja untuk segera menghabiskan saldo pelatihan.
Pasalnya, batas akhir pembelian pelatihan adalah 30 November 2022 dan batas akhir penyelesaian pelatihan pada 4 Desember.
Kartu Prakerja 2023
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan, Kartu Prakerja akan dilanjutkan tahun depan.
Pada 2023, penerima Kartu Prakerja akan mendapatkan tambahan insentif sebesar Rp 4,2 juta, meningkat dari Rp 3.550.000.
Rinciannya, bantuan biaya pelatihan sebesar Rp 3,5 juta, insentif pasca-pelatihan Rp 600.000 yang diberikan satu kali, dan insentif survei Rp 100.000 untuk dua kali pengisian.
Artinya, ada perbedaan jumlah pada bantuan biaya pelatihan dan insentif pasca-pelatihan.
Khusus untuk insentif pasca-pelatihan, penerima Kartu Prakerja sebelumnya mendapatkan Rp 600.000 yang disalurkan empat kali.
Airlangga mengatakan, Kartu Prakerja 2023 akan lebih difokuskan pada bantuan peningkatan skill dan produktivitas angkatan kerja.
“Program Kartu Prakerja akan lebih fokus pada peningkatan kompetensi angkatan kerja sebagaimana konsep awal program ini dicanangkan sebelum era pandemi Covid-19,” kata Airlangga, dikutip dari laman resmi Kemenko Perekonomian.
Selain itu, Kartu Prakerja 2023 juga akan dilakukan dengan skema normal, sehingga implementasinya secara online, offline, atau hybrid.
Dengan skema itu, penerima bantuan sosial dari kementerian atau lembaga lain, seperti Kementerian Sosial, dimungkinkan untuk menerima manfaat program Kartu Prakerja.













Komentar