oleh

Pasar Gratis Palembang, Hadir untuk Hadapi Kondisi Sosial

Oleh : | Editor : Noviani Dwi Putri
Dibaca :295 kali | Durasi baca : 1 Menit

SWARAID – PALEMBANG, (14/11/20) : Pasar Gratis Palembang merupakan lapak nonkomersial yang tidak memperjual belikan barang dan jasa dengan tujuan profit. Kegiatan ini di inisiasi oleh partisan yang tergabung dalam Pasar Gratis, semu orang bebas memberikan dan menggunakan jasa dan barang yang mereka miliki.

Kegiatan ini dilaksanakan rutin setiap Jumat sore bertempat di Bawah Jembatan Ampera 7 Ulu Palembang tepatnya di Pasar Basah 7 Ulu.

Fitalia Rizkiani menerangkan kondisi yang terjadi saat ini membuat masyarakat serba susah ditambah dengan adanya Pandemi Covid-19, maka kami menciptakan Pasar Gratis ini.

“Jadi Pasar Gratis ini merupakan kegiatan lapak layaknya pasar yang tidak memperjual belikan barang dan jasa untuk mendapatkan keuntungan. Karena bagi kami kondisi yang dirasakan saat ini terkhususnya pada saat pandemi semuanya jadi serba susah, ditambah lagi atas lebarnya jurang ketimpangan yang dirasakan oleh kita semua.” Tuturnya kepada SWARAID.

Rizki juga sangat menyayangkan bagaimana tunawisma dan masyarakat miskin kota semakin susah untuk hidup layak seperti halnya manusia sewajarnya padahal mereka juga masyarakat Indonesia yang harusnya mendapatkan kehidupan yang layak.

Baca Juga :  PT Pelindo II Canangkan Pembangunan Sungai Lais

“Para tunawisma dan masyarakat miskin kota semakin susah untuk bisa berganti pakaian layak. Apalagi budaya konsumtif itu akan selalu ada, dan industri fashion selalu jadi penyumbang limbah sampah terbanyak di dunia. Kami pikir kenapa tidak kita sebarkan saja pakaian ataupun barang-barang yang masih layak pakai untuk kelompok masyarakat yang membutuhkan.” Tambah Rizki.

“Kegiatan inipun tentu bentuknya satire (sindiran) karena bantuan sosial dari pemerintah rasanya tidak pernah sampai kepada mereka pejuang jalanan, yang kami lakukan tidak ada campur tangannya dengan politik ataupun negara, kami disini ada untuk gejolak perlawanan, melawan semua bentuk ketimpangan.” Tutup Rizki.

Komentar

Berita Lainya