oleh
Topik :

Gudang Rumah Dibobol Maling, Usman Rugi Ratusan Juta

Oleh : | Editor : Noviani Dwi Putri
Dibaca :244 kali | Durasi baca : 1 Menit

SWARAID-PALEMBANG, (14/01/21): Seorang pria bernama Jon Usman (46) mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Palembang, ia melaporkan kepada petugas bahwa gudang rumahnya telah dibobol maling ketika rumah sedang kosong atau tidak ada penghuni.

Korban merupakan warga Kelurahan 2 Ilir, Kecamatan Ilir Timur II, Palembang.

Menurut informasi yang dihimpun, pencurian yang dilakukan oleh dua orang pelaku terekam CCTV rumah korban dan baru diketahui pada Rabu (13/01/21) sekitar pukul 08.30 WIB.

Dari keterangan korban, aksi pencurian diketahui saat korban melihat besi terali gudang dirumah rusak, saat itu rumah dalam keadaan kosong. Korban pun langsung melakukan pemeriksaan di dalam gudang.

“Awalnya saya merasa aneh saat itu, karena besi terali pada gudang saya awasi terlihat rusak, jadi langsung saya cek.” Terang Jon.

Lanjutnya, saat diperiksa diketahui barang-barang di dalam gudang hilang, termasuk pipa besi valve yang harganya termasuk mahal.

“Saat saya cek, firasat saya benar bahwa gudang telah dibobol maling dan beberapa barang-barang didalam gudang hilang.” Kata Jon.

Baca Juga :  Mobil Tak Kunjung Dikembalikan, Ibu Tiri Diduga Lakukan Penggelapan

Jon pula mengatakan, bahwa untuk menelusuri siapa pencuri, ia coba mengecek dari CCTV di rumah tetangga sebelah.

“Setelah melihat gudang telah dibobol, saya langsung menuju rumah tetangga untuk melihat CCTV, karena pojok sudut dekat gudang kebetulan terpasang CCTV tetangga dan disitulah terlihat pelaku sebanyak 2 orang, masuk ke dalam rumah dengan memanjat pagar, lalu merusak terali gudang.” Tutup Jon saat diwawancarai oleh para awak media usai melapor di SPKT Polrestabes Palembang.

Diketahui, akibat dari kejadian tersebut korban mengalami kerugian hingga Rp. 500 juta usai beberapa pipa besi valve yang berukuran besar dicuri dan korban berharap laporannya segera ditindaklanjuti pihak kepolisian.

Sementara itu, laporan korban telah diterima anggota piket SPKT dan tercatat LPB/78/I/2021/SUMSEL/RESTABES/, selanjutnya akan diteruskan ke Unit Satreskrim Polrestabes guna penyelidikan lebih lanjut.

Komentar

Berita Lainya