oleh

Baru 36,44 Persen Kelurahan di Kota Palembang Yang Tertib Membuang Limbah BAB

Oleh : | Editor : Noviani Dwi Putri
Dibaca :276 kali | Durasi baca : 2 Menit

SWARAID-PALEMBANG, (23/02/2021):Rapat percepatan pencapaian kelurahan terbebas dari Buang Air Besar (BAB) Sembarangan dalam rangka persiapan penilaian kota sehat melalui video conference dipimpin oleh Asisten I Pemkot Palembang, Faisal AR yang diikuti oleh Dinkes Kota Palembang, Camat se kota Palembang, dan seluruh Lurah se kota Palembang.

Dengan target mendapatkan predikat kota bersih, Pemerintah Kota Palembang melakukan upaya percepatan berupa sosialisasi kota sehat. Faisal  menyebutkan, pencapaian predikat bersih yang telah terverifikasi masih di angka persentase 36.44% yang telah tertib dalam pembuang limbah air besar ataupun air kecil.

“Jadi saat ini kita mensosialisasikan untuk, apa permasalahan yang dialami kelurahan untuk membuat jamban? ya bebas dari membuang air besar, dan sebagainya. Sebagian besar tadi sudah hampir berjalan ya. Mudah-mudahan Kota Palembang mendapat penilaian sebagai kota sehat.”

Terkait target yang tengah dikejar Pemkot untuk menerima predikat kota sehat, Faisal mengatakan hal tersebut tentu menjadi tanggung jawab bersama seluruh masyarakat kota Palembang dalam menjaga kesehatan lingkungan kota Palembang. Selain dalam upaya percepatan, pihaknya pun berharap ada sinergitas antar Forkompinda di kota Palembang. Dimana secara pemetaan pembuangan air besar secara sembarangan lebih banyak ditemukan pada kawasan yang bermukim di sekitaran pinggiran sungai atau anak sungai.

Baca Juga :  Harno : Fasilitas Umum Dibangun Dengan Uang Rakyat, Stop Vandalisme !

Salah satu kecamatan yang masih menjadi PR besar Pemerintah Kota dalam mewujudkan kota sehat adalah Kecamatan Ilir Timur I, tepatnya di kawasan sepanjang pinggiran Sungai Musi, mulai dari 17 Ilir hingga ke Sayangan.

“Jadi tadi pak Camatnya sudah saya beri tahu, untuk dikejar dan dicapai, sebab sudah ada beberapa tempat yang sudah diprogramkan oleh dinas PUPR, juga ada yang menggunakan dana DAK, insyaallah kita percepat walaupun baru sekian persen, hingga 2021 akhir sudah terselesaikan.”

Kemudian Plt. Kepala Dinas kesehatan (Dinkes) kota Palembang, dr. Fauziah menyebutkan bahwa, Pemerintah Kota Palembang memiliki program sanitasi total berbasis masyarakat. Program ini bisa menjadi solusi dalam permasalahan pembuangan air besar sembarangan.

dr. Fauziah, menyebutkan 36.44% yang telah stop membuang air besar sembarangan itu adalah kelurahan yang telah menyatakan seratus persen stop membuang air besar sembarangan dan telah terverifikasi.

“Itu kelurahan yang sudah menyatakan 100% dan sudah terverifikasi sebanyak 36.44% dari 107 kelurahan, kemudian ada 24 kelurahan yang telah menyatakan 100% tetapi belum ada laporan hasil verifikasi. Dan sisanya masih kurang dari 100%.”

Baca Juga :  Dialog Kebangsaan, Tanamkan Nasionalisme dan Humanisme di Kalangan Pemuda

Dalam upaya percepatan, dr. Fauziah dalam hal ini Dinkes kota Palembang akan berupaya dalam mengubah perilaku masyarakat untuk tidak membiasakan membuang air besar secara sembarangan. Dalam artian harus membangun jamban dengan septic tank.

“Nanti ada peran lagi dari lintas sektor yang lain mereka mungkin dengan adanya pembiayaan bantuan pembuatan septic tank, jadi soal ini juga lintas sektor juga, kalau yang kita dari dinas kesehatan terkait edukasi perilakunya.” Pungkas Fauziah.

Komentar

Berita Lainya