oleh

DPMPTSP Palembang Adakan Penyuluhan Gratis, Tingkatkan Geliat Ekonomi

Oleh : | Editor : Noviani Dwi Putri
Dibaca :164 kali | Durasi baca : 1 Menit

SWARAID-PALEMBANG, (30/03/2021): Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Palembang dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palembang mengajak kerjasama BPOM Kota Palembang. Di dukung oleh Bank Sumsel Babel adakan Penyuluhan Keamanan Pangan (PKP) bagi industri rumahan atau Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di kota Palembang.

Guna menggeliatkan perekonomian masyarakat Palembang pada sektor industri rumahan atau UMKM, yang di perkirakan menjadi potensi besar pertumbuhan ekonomi dan dapat bersumbangsih atas Pendapatan Asli Daerah (PAD). Pemerintah Kota Palembang undang 320 peserta PKP secara bertahap yang diadakan di Mal Pelayanan Terpadu DPMPTSP Kota Palembang.

Sekretaris Daerah Kota Palembang Ratu Dewa yang membuka secara resmi PKP gratis yang diadakan oleh DPMPTSP dan Dinkes Kota Palembang menyebutkan, dalam penyuluhan ini yang ditekankan adalah kebersihan dan higienitas dari pengemasan produk serta dapat memanfaatkan era digitalisasi secara lebih optimal.

“Banyak harapan terkait keamanan masalah pangan dari para pelaku usaha, selain itu marketing-nya lebih bagus, lebih higienis, apalagi ada dari BPOM dan juga beberapa penggiat dapat menjadi bahan referensi dalam rangka kemanan pangan.” Kata Dewa.

Baca Juga :  Sejak Lebaran Pasokan Tidak Stabil, Gas 3 kg di Sungsang jadi Mahal

Sementara itu, Akhmad Mustain Kepala Dinas PMPTSP Kota Palembang menyebutkan penyuluhan gratis ini akan dilaksanakan empat kali gelombang yang akan diikuti secara bertahap dari 320 peserta. Dimana pelatihan ini dapat membantu pelaku usaha melengkapi berbagai persyaratan perizinan usaha.

“Sifatnya pelatihan nanti mereka sebelum dikasih materi ada pre-test (menguji wawasan peserta), habis dikasih materi, dikasih past test (evaluasi akhir), memastikan bahwa mereka memahami bagaimana menjaga keamanan pangan.” Kata Mustain.

Lebih lanjut, Mustain juga menyebutkan setelah ikut penyuluhan keamanan pangan tersebut, dari 320 peserta yang mengikuti penyuluhan akan menerima sertifikat yang menunjukkan bila pelaku usaha yang bersangkutan telah memahami keamanan pangan.

“Misalnya nih buat pelaku usaha produksi kue. Bagaimana memperlakukan kue/pangan itu secara aman, sehingga layak dikonsumsi. Pengemasannya bagaimana bersentuhan dari apa penyaji ke makanan menyikapinya tentang perlakuan higienitas saat penyajian, seperti itu”. Tutup Mustain.

Komentar

Berita Lainya