oleh

Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya Tahun Ini Naik Jadi 20 Juta

Oleh : | Editor : Noviani Dwi Putri
Dibaca :69 kali | Durasi baca : 2 Menit

SWARAID-PALEMBANG, (26/03/2021): Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Kementerian PUPR RI kembali dilanjutkan tahun ini. Guna mengurangi permasalahan kawasan kumuh di kota Palembang. Pemerintah Kota Palembang bersama dengan Ditjen Kementerian Perumahan Rakyat (PUPR) RI melakukan pertemuan guna menjalankan penataan kawasan kumuh melalui program BSPS.

Dimana tahun ini, program BSPS Kementerian PUPR RI tersebut akan kucurkan dana sebesar Rp 20 juta kepada setiap calon penerima BSPS. Dimana dari dana tersebut, sebanyak Rp 17.5 juta akan diproyeksikan sebagai biaya bahan bangunan dan sisanya akan dialokasikan sebagai upah kerja .

Direktur Perumahan Ditjen Perumahan Kementerian PUPR, K.M Arsyad, menyebutkan BSPS merupakan upaya pemerintah melakukan peningkatan kualitas rumah dalam bentuk stimulan (dana), bagi warga yang masih tinggal dalam rumah dengan kategori rumah yang tidak layak huni (RTLH).

“Kami mendampingi masyarakat bersama-sama, kita bantu baik dari sisi desain rumah maupun pendanaannya sehingga masyarakat bisa membangun rumah yang layak huni. Bantuan stimulan tahun lalu itu Rp 17.5 juta. Di mana 15 juta itu berupa bahan bangunan, dan 2.5 jutanya upah. Tahun ini supaya strukturnya lebih baik, kami menambah menjadi 20 juta. Bahan bangunan naik 17.5 juta, kemudian upahnya 2.5 juta.” Jelas Arsyad.

Baca Juga :  Tolak Sistem Rekrut PPPK, PGRI Akan Surati Kementerian dan Lembaga Terkait

Arsyad mengemukakan tahun ini di kota Palembang akan menargetkan 166 unit rumah yang akan menerima BSPS dari pemerintah, yang saat ini tengah berjalan. Namun kata Arsyad kemungkinan bertambahnya kuota penerima BSPS ini dapat bertambah sesuai dengan pengajuan lokasi baru di kota Palembang yang masuk ke dalam kategori RTLH.

“Tadi ada usulan dari Pak Walikota di 10 lokasi. Ini akan kita sesuaikan dengan kebutuhan. Tahun lalu total 1.345 rumah yang mendapatkan BSPS dengan syarat kategorinya rumah MBR (Masyarakat Berpenghasilan Rendah, red).” Bebernya.

Di lain pihak, Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) kota Palembang Affan Prapanca Mahalli, mengatakan program BSPS ini tidak hanya akan fokus pada renovasi RTLH, namun juga akan merehabilitasi utilitas bangunan yang ada di kawasan kumuh tersebut.

“Konsepnya sekarang kalau kawasan itu keseluruhan mulai dari bangunannya, jalan lingkungan, akses sanitasi, semua itu nanti akan direhabilitasi,” terangnya

“Jadi kita bergeraknya dari SK Walikota dengan berdasarkan data-data dari BDT, nah dari sana kita bisa tentukan prioritas daerah mana yang akan dibantu.”

Baca Juga :  Audensi ke Pemkot, Bujang Gadis Kampus Sumsel ; Tidak Hanya Intelektual !

Lebih lanjut juga, Affan Prapanca menuturkan persyaratan bagi penerima BSPS dapat melalui Kelurahan yang menyampaikan informasi dari keberadaan RTLH. Kemudian akan diverifikasi oleh tim Dinas PRKP Kota Palembang, apakah rumah tersebut benar masuk kedalam kategori RTLH.

Selain itu juga terdapat persyaratan administratif yang harus dipenuhi bagi penerima program BSPS tersebut, dimana salah satunya adalah keterangan dari yang bersangkutan adalah pemilik sah dari rumah tersebut dan juga beberapa komponen kategori RTLH.

“Aparat setempat, itu menyampaikan informasi bahwa ada kondisi perumahan atau rumah masyarakat yang memenuhi kriteria RTLH, itu diajukan ke kami ke Dinas PRKP. Kemudian kami nanti akan verifikasi bersama pihak kementerian.” Tutupnya.

Komentar

Berita Lainya