oleh
Topik :

Anak Kandung Jadi Korban Penganiayaan, Yani Tempuh Jalur Hukum

Oleh : | Editor : Noviani Dwi Putri
Dibaca :296 kali | Durasi baca : 1 Menit

SWARAID, PALEMBANG, (22/01/2021): Seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) bernama Handayani (31) mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Palembang guna melapor atas penganiayaan yang dilakukan oleh tetangganya bernama Helmi kepada anak kandungnya berinisial DP (16).

Pelapor merupakan warga Jalan Gotong Royong, Kelurahan Sukodadi, Kecamatan Sukarami, Palembang.

Menurut informasi yang dihimpun, aksi pemukulan berawal adanya keributan anak-anak di depan warung Handayani yang kebetulan berhadapan dengan rumah pelaku.

Dari keterangan pelapor, awalnya pelaku yang tidak senang keluar rumah, bukannya melerai keributan anak-anak, pelaku malah justru memarahi korban dan langsung memukul korban tepat pada bagian mata sebelah kiri.

“Ceritanya anak saya ini habis main di luar dan pulang kerumah untuk menjaga warung, tetapi ada anak-anak bertengkar dengan sesama temannya persis di depan rumah pelaku.” Terang Yani.

Lanjutnya, saat pertengkaran terjadi pelaku bukan melerai tetapi memukul anak saya.

“Diduga pelaku iri dan tidak senang karena warung saya selalu ramai berkumpul anak-anak yang bermain disana, kami dituduh mengumpulkan anak tersebut padahal kami hanya jualan saja.” Kata Yani.

Baca Juga :  Gegara Tegur Tetangga, Pria Ini Diduga Dipukul dengan Besi Behel

Ia pula mengungkapkan, bahwa setelah terjadinya pemukulan terhadap anaknya, pelaku langsung pulang kerumahnya.

“Yang saya kesal, saat pelaku memukul anak saya, ia langsung masuk ke dalam rumah kembali tanpa rasa bersalah.” Tutup Yani saat diwawancarai oleh para awak media usai melapor di SPKT Polrestabes Palembang.

Akibat dari kejadian tersebut, anaknya harus mengalami luka lebam di bagian mata sebelah kiri dan berharap kepada pihak kepolisian untuk menindaklanjuti laporannya.

Sementara itu, laporan korban sudah diterima anggota SPKT Unit III pimpinan Ipda Hendra Suryanto, selanjutnya laporan tersebut diteruskan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan Unit Satreskrim Polrestabes Palembang untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

 

UMKM Kito - Solusi UMKM Go-Online

Komentar

Berita Lainya