1 Maret 2022 - 01:26 WIB | Dibaca : 1,099 kali

Meski Tren Harga Kontrak Aramco Melejit, Pemerintah Tetap Pertahankan Harga Elpiji Subsidi

Laporan : Tim Swara
Editor : Noviani Dwi Putri

SWARAID, PALEMBANG: PT Pertamina (Persero) dan pemerintah tetap mempertahankan harga elpiji (LPG) subsidi tiga kilogram meski tren harga kontrak Aramco (CPA) telah menyentuh US$775 per metrik ton pada Februari 2022.

Tren CPA itu telah mengalami kenaikan sebesar 21 persen dari rata-rata CPA sepanjang tahun lalu. Kenaikan merupakan dampak dari kondisi geopolitik yang memanas antara Rusia dengan Ukraina.

“Meski tren CPA terus meningkat, elpiji subsidi tiga kilogram tidak mengalami perubahan harga,” kata Pejabat Sementara Sekretaris Perusahaan Pertamina Patra Niaga Irto Ginting seperti dikutip dari Antara, Selasa (1/3).

Irto menjelaskan harga elpiji subsidi tiga kilogram tetap mengacu kepada harga eceran tertinggi atau HET yang ditetapkan oleh pemerintah daerah setempat.

Pertamina mencatat porsi konsumsi elpiji subsidi tiga kilogram sekitar 93 persen dari total konsumsi elpiji nasional. Produk elpiji ini dikhususkan untuk masyarakat kurang mampu.

Pemerintah turun andil memberikan subsidi sekitar Rp11 ribu per kilogram, sehingga masyarakat dapat membeli elpiji subsidi tiga kilogram dengan harga yang terjangkau.

Baca Juga :  Konfrensi Pers Masyarakat Labi-Labi : Gruduk/Pengaduan Konflik Lahan Ke Jakarat

Saat ini, Pertamina hanya menyesuaikan harga untuk elpiji non subsidi, seperti Bright Gas yang porsi konsumsinya hanya 7 persen skala nasional.

Kebijakan penyesuaian harga itu telah mempertimbangkan kondisi serta kemampuan pasar elpiji nonsubsidi dan berlaku mulai 27 Februari 2022.

Komentar