oleh

Kemudahan Perizinan Diharap Tingkatkan Investasi di Palembang 2 Persen Lebih

Oleh : | Editor : Noviani Dwi Putri
Dibaca :641 kali | Durasi baca : 2 Menit

PALEMBANG-SWARAID, (23/02/2021): Pemerintah telah menerbitkan PP Nomor 6 tahun 2021 tentang kemudahan pembuatan izin usaha yang akan diberlakukan mulai April 2021 mendatang. Dengan terbitnya PP tersebut, pembuatan perizinan usaha yang sebelumnya begitu banyak persyaratan, melalui sistem online single submission (OSS) ini akan memudahkan pelaku usaha dalam membuat perizinan usaha.

Dengan pengklasifikasi perizinan berbasis resiko, yaitu kemudahan dengan klasifikasi resiko rendah, menengah, dan tinggi akan menumbuhkan para calon pelaku usaha baru lebih banyak, sebagai upaya strategi penanganan stunting ekonomi dampak pandemi covid-19.

Seperti yang disebutkan oleh Kepala Dinas Penanaman Modal Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Palembang, Akhmad Mistain menjelaskan tujuan pemberlakuan OSS berbasis risiko ini akan menstimulas atau menggeliatkan pertumbuhan ekonomi pasca pandemi covid-19. Seperti yang terjadi di kota Palembang, cukup banyak sektor usaha yang mengalami stagnasi.

Seperti yang di sebutkan Mistain, untuk perizinan usaha pada resiko rendah seperti UMKM cukup dengan mengurus Nomor Induk Berusaha (NIB), sedangkan pada berbasis tinggi akan tetap memperhatikan beberapa persyaratan, dan memperhatikan komitmen pemenuhan lainnya.

Baca Juga :  SPI Hadir Ke Gedung DPRD Sumsel, Emilia : Menolak Keras Omnibus Law

“Ini masih tahap sosialisasi, Peraturan Pemerintahnya juga baru selesai (dan) masih kita pelajari, Kepala BKPMRI ditugaskan untuk melakukan updating OSS. Nah, mereka lagi penguatan OSS-nya sendiri, kalau dari periodesasinya, bulan ini selesai penguatan sistem baru dibuat dengan berbasis resiko tadi, bulan depan sosialisasi, lalu pada bulan empat kita sudah kick off.”

Terkait kedepannya pembuatan izin usaha berbasis resiko yang dapat dilakukan secara mobile, Mistain menyebutkan bila pada saat pendaftaran izin usaha mengalami kendala para calom pelaku usaha dapat mendatangi Mal Pelayanan Publik DPMPTSP Kota Palembang, dimana telah disiapkan lima unit komputer yang dapat digunakan untuk membuat perizinan usaha berbasis resiko, serta pihaknya pun telah menyiapkan petugas yang akan membantu bagi pelaku calon pengusaha dalam mendaftarkan usahanya dengan sistem OSS.

“Di MPP kami sediakan lima komputer untuk layanan mandiri. Jika kurang mengerti, petugas juga disiapkan untuk membantu.” Jelasnya.

Perizinan usaha berbasis resiko merupakan turunan Undang Undang Cipta Kerja, dengan sistem OSS ini disebutkan Mistain, akan lebih memangkas waktu kepengurusan dari perizinan tersebut. Seperti contoh, pembuatan NIB sebelumnya dapat memakan waktu hingga 6 sampai 8 hari.

Baca Juga :  Akhir Juni, Sumsel Kembali Menerima 20.870 Vial Vaksin Covid-19

Selaras dengan harapan dapat menggeliatkan perkonomian, dimana di tahun 2020, nilai investasi yang masuk di kota Palembang mencapai Rp 3.161 triliun dengan peningkatan nilai investasi 2.42% dari nilai investasi yang masuk di kota Palembang pada tahun 2019. Dengan adanya OSS ini, optimisme peningkatan persentase nilai investasi di tahun 2021 mungkin dapat di capai.

“Kalau kenaikan kita belum ada prediksi, tapi setiap tahunnya ada kenaikan di atas dua persen, dengan adanya kemudahan ini pasti kita berharap jauh melampaui dari 2 persen.”

UMKM Kito - Solusi UMKM Go-Online

Komentar

Berita Lainya