oleh

Pemkot Tolak Tawaran PT Kawan Lama, Begini Penjelasan Mustain

Oleh : | Editor : Noviani Dwi Putri
Dibaca :352 kali | Durasi baca : 2 Menit

SWARAID-PALEMBANG, (02/03/2021): Pemerintah Kota Palembang menolak tawaran PT. Kawan Lama terkait pengajuan kerjasama revitalisasi dengan sistem Bangun Guna Serah (BGS) Lapangan Hatta. Hal ini lantaran Lapangan Hatta yang berada di Jalan Seminung, Veteran, merupakan kawasan yang berstatus ruang terbuka non hijau.

Pada rapat internal, dijelaskan oleh Kadis Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP), Akhmad Mustain, bahwa dalam proposal yang diajukan oleh PT. Kawan Lama mengusulkan lantai 3 tribun Lapangan Hatta ingin dijadikan apartemen.

“Ketertarikan PT Kawan Lama untuk merevitalisasi Lapangan Hatta pada proposal yang diajukan itu pembangunan lapangan bola tetap lantai satu parkir, lantai dua itu lapangan bola, sisanya apartemen, tribun sekarang naik jadi apartemen 34 lantai.” Jelasnya.

Lebih lanjut, Mustain menjelaskan hal ini akhirnya ditolak, salah satunya adalah di sebabkan tidak sesuai dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) disebabkan lapangan Hatta yang merupakan kawasan ruang terbuka non hijau, Mistain menyebutkan bila seperti di Jakarta hal ini bisa dilakukan sebab ada payung hukum yang jelas, seperti pada perda yang ada di Pemerintah Provinsi Jakarta tentang kompensasi pembangunan tata ruang terbuka non hijau.

Baca Juga :  SPI Hadir Ke Gedung DPRD Sumsel, Emilia : Menolak Keras Omnibus Law

“Jadi ketika membangun lebih dari ketentuan, ada biaya yang harus dibayarkan dalam bentuk sumbangan yang dikeluarkan untuk pemerintah dalam bentuk pembangunan. Misalnya men-support Pulau Kemaro bisa dan lain sebagainya. Tapi kita belum punya payung hukum itu. Prosesnya panjang karena harus membuat Perda.” Sebutnya.

Meski demikian, Mustain menyebutkan Pemerintah Kota Palembang tidak menolak mentah-mentah tawaran kerjasama yang diajukan oleh PT. Kawan Lama, yang menurut Mustain terkait lapangan Hatta masih dapat dikelola namun dengan menyesuaikan peraturan yang ada.

Terlepas dari itu, Mustain membeberkan alasannya mem-BGS kan beberapa aset yang dimiliki pemerintah, di sebabkan keterbatasan anggaran yang dimiliki Pemerintah Kota.

“Kita masih punya konsep yang mau dibangun seperti (plaza) Aldiron, hal yang sama kita tawarkan di Pasar Palimo. Siapa yang berminat lantai satu, dan lantai dua tetap mengakomodir pasar tradisional, naik lantai tiga supermarket, pasar modern atau untuk pusat perbelanjaan, naik lagi apartemen, it’s ok sebenarnya.”

Terkait kerjasama dengan sistem BGS kepada aset-aset pemerintah seperti yang di tawarkan oleh PT. Kawan Lama, disebutkan Mistain, akan dilelang dengan beberapa pertimbangan dengan nilai investasi paling tinggi, itu yang akan menjadi pemenang lelang..

Baca Juga :  TPU Gandus Hills Akan Disulap Menjadi Pemakaman Elit

“Ini sistemnya lelang. Jadi PT Kawan Lama itu menjadi pemrakarsa, yang biasanya di sistem lelang itu mendapat poin lebih tinggi di awal. Misalnya yang lain masih nol, dia sudah sepuluh. Tinggal nanti pertimbangan kelengkapan dokumen, nilai investasi keuntungan yang diberikan dan lain sebagainya yang jadi pertimbangan”. Tutupnya.

UMKM Kito - Solusi UMKM Go-Online

Komentar

Berita Lainya