SWARAID – PALEMBANG, (19/10/20): Kegiatan Coffe Talk di Event Peh Ngopi yang dihadiri oleh beberapa Narasumber, salah satunya Bang Jali sapaan akrab Muhammad Yazali ini memiliki kisah yang unik sebelum menjadi pengusaha kopi yang cukup terkenal di Indonesia maupun luar negeri.
Bang Jali saat di temui Reporter SWARAID menceritakan bagaimana seorang anak desa yang mempunyai mimpi besar akan kopi yang dimiliki daerahnya.
Bang Jali lahir di daerah Semende di suatu desa bernama Air Mantai, dengan begitu ia tau betul kehidupan di sana. Bang Jali berjuang mengakat kopi dengan berbagai cara dengan modal saya sendiri baik di skala Nasional dan Internasional.
“Sebenarnya awal mulanya saya sedih ya, saya sebagai seorang Barista. Di dalam Barista menyeduh jangan biarkan petani menyedih dengan harga kopi yang sangat murah, disitulah saya terjun langsung, baik langsung ke petani, saya membina dan membeli kopi petani. Alhamdulillah harga kopi daerah Semende itu tidak terlalu turun harga, seturun-turunya paling di angka Rp 18.000/ kg. ” Ujarnya
Dalam perjuangannya, banyak yang tidak percaya kalau kopi bisa terjual sampai ke luar negeri. Tapi Bang Jali percaya diri sebagai anak desa yang berani bermimpi.
Di tahun 2019, ia sudah membuat film anak berjudul “Kopi itu dari Bang Jali” dan ia juga membuat film pendek berjudul “Kawe Abang Semende” dan meraih juara pertama pada suatu kompetisi yang diselenggarakan IPB.
“Kalau kawan-kawan mau lihat, ketik saja Kawe Abang Semende di YouTube.
Disitulah kita mengangkat kopi itu dari berbagai cara bukan hanya untuk menjual kopi tetapi tentang kopi itu sendiri salah satunya dengan mengadakan event dan Coffe Talk seperti ini. Kami para pemuda Sumsel selalu bersinergi dan sadar, insyaallah Sumsel maju dan petani juga bahagia dan sejahtera.” Harapnya.














Komentar