oleh

PT Pelindo II Canangkan Pembangunan Sungai Lais

Oleh : | Editor : Noviani Dwi Putri
Dibaca :232 kali | Durasi baca : 2 Menit

SWARAID – PALEMBANG, (21/01/2021): PT. Pelabuhan Indonesia (PELINDO) II (perseoan) merupakan perusahaan BUMN dibawah pembinaan Departemen Perhubungan Republik Indonesia dimana salah satu cabangnya berada di Palembang.

PT Pelindo II mencanangkan rencana pengembangan pemanfaatan lahan seluas 135 ha yang berada di daerah Sungai Lais, Palembang guna membangkitkan kembali industri kopi di Sumatera Selatan yang mereka namai sebagai Kopi Sriwijaya.

PT Pelindo II berencana akan berkerjasama dengan Asosiasi Kopi Indonesia guna menggaet investor dalam mengembangkan produksi Kopi Sriwijaya.

Diwakili oleh Silo Santoso, General Manager (GM) PT. Pelindo II dengan didampingi beberapa Anggota Asosiasi Kopi Indonesia (Aski) menemui Walikota Palembang, H. Harnojoyo di rumah dinas Walikota Palembang, Jln. Merdeka, Palembang pada Kamis (21/01).

Dalam pertemuan tersebut, Silo Santoso GM PT Pelindo II menuturkan rencana dari PT Pelindo II untuk membangkitkan kembali produksi kopi di Sumatera Selatan.

Bagi Santoso rencana yang akan dikembangkan tersebut akan berkontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat Sumsel, serta menjadi tambahan dari pendapatan asli daerah (PAD) kota Palembang.

Baca Juga :  Warung Ketek Apung Cek Mery, Sajikan Menu Khas Palembang

“Peran Pelindo selaku pengelola pelabuhan ini, kita bisa memfasilitasi untuk lahan ya untuk tanam, lokasi pabrik karena kita akan kembangkan di Pelabuhan Sungai Lais, itu masih memungkinkan untuk pengembangan pabrik-pabrik di sana.” Terang Silo.

Lebih lanjut, Silo Santoso menjelaskan guna dalam perencanaannya tersebut pihaknya juga akan menarik para investor untuk dapat berkontribusi dalam mengembangkan produksi Kopi Sriwijaya.

“Jadi salah satunya, kita akan menarik investor untuk pabrik kopi ini ke Sungai Lais agar bisa membangun pabrik kopi di Sungai Lais. Dengan demikian, nanti petani-petani yang ada yang memiliki kebun yang ada di Sumatera Selatan ini akan mengirimkan kopinya ke Palembang.” Tambahnya.

Diluar itu, Menurut Silo Santoso alasan pemilihan Sungai Lais merupakan daerah yang strategis, lokasinya yang tak begitu jauh dari pelabuhan Boom Baru sebagai pintu masuk ekspor impor produk di Sumatera Selatan.

Hal tersebut akan lebih menghemat estimasi biaya pengiriman ketimbang harus melalui Lampung seperti yang belakangan ini dilakukan, dimana secara notabene baik Pemerintah Provinsi ataupun Pemerintah Kota tidak menerima pendapatan dari kopi yang diproduksi oleh Sumatera Selatan.

Baca Juga :  Cipayung Plus Gelar Konferensi Pers ; Bebaskan Amir!

“Keunggulan dari Sungai Lais, dimana jarak tempuhnya lebih dekat, dan ongkosnya mestinya akan lebih murah di sini. Bisa diolah di Sungai Lais, dikelola dengan di Sungai Lais ekspornya bisa dari Pelabuhan Boom Baru, Palembang.”

Rencana pengembangan yang dilakukan oleh PT. Pelindo II tersebut selaras dengan program dari Pemerintah Daerah yang akan membangun Jalan Lingkar Timur.

Jalan Lingkar Timur tersebut akan menghubungkan Jalan Lintas Soekarno-Hatta menuju Pelabuhan Boom Baru yang mana nantinya jalur tersebut akan melalui Sungai Lais, daerah  yang rencananya dikembangkan PT Pelindo tersebut.

“Karena kita ini sejalan dengan program Pemerintah Daerah, di mana Pemerintah Daerah sudah memiliki program untuk pengembangan jalur Lingkar timur ya, itu akan melewati di Pelabuhan Sungai Lais. Jadi inisiasi awal ini langkahnya panjang yang menjadi cita cita kita.” Jelasnya.

“Banyak hal, kami dari sisi kepelabuhanannya menyiapkan bongkar muat dan lahannya. Di sisi lain kita perlu juga melakukan nanti bagaimana pembina terhadap petani cara menanam yang betul.” Sambung GM PT Pelindo tersebut.

Baca Juga :  Meski Ombak Besar, Sebagian Nelayan Nekat Melaut

Di lain pihak, Agus Rizal, AP., M.Si Kepala Dinas Perhubungan Kota Palembang yang mendampingi Walikota Palembang dalam pertemuan tersebut, menilai upaya yang dilakukan oleh PT Pelindo II dalam mengembangkan industri kopi di Sungai Lais merupakan potensi besar yang perlu didukung.

“Kita dukunglah ya, kalau itu kan, kan dari apa pengembangan Boom Baru ke Sungai Lais ya. Dan kami juga dari Pemerintah Daerah kan Pak Wali sudah ada izin rekomendasi terkait dengan pengembangan itu, kan yang lagi diurus oleh kawan-kawan Pelindo Kementerian Perhubungan untuk pengembangan Pelabuhan Boom Baru dan Sungai Lais.”

 

 

Komentar

Berita Lainya