oleh

Dalam Poses Pematangan Lahan di Pulau Kemaro ! Sudah Dilirik 2 Investor

Oleh : | Editor : Noviani Dwi Putri
Dibaca :402 kali | Durasi baca : 2 Menit

PALEMBANG-SWARAID, (20/02/2021): Komitmen Pemerintah Kota Palembang menjadikan destinasi wisata air Pulau Kemaro agar dilirik oleh pelancong skala nasional menemui secercah harapan. Terlebih ketika dibeberkan oleh Walikota Palembang Harnojoyo, destinasi wisata Pulau Kemaro masuk dalam kawasan strategis pariwisata nasional (KSPN) yang merupakan dukungan dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemparekraf) Republik Indonesia.

Oleh karenanya, Pemerintah Kota Palembang terus berupaya melakukan percepatan pembangunan dalam artian pematangan lahan (siap bangun). Bahkan sebagai bentuk keseriusan pemerintah kota Palembang pun akan mengalokasi anggaran APBD dan APBN, serta guna percepatan merevitalisasi pulau Kemaro di tahun ini juga akan di-support dengan dana CSR.

Wisata Pulau Kemaro yang disebut-sebut akan mengadopsi konsep Ancol di Jakarta tersebut dikatakan oleh Ahmad Mistain, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, setidaknya telah ada dua investor lokal yang mulai melirik untuk melakukan pengembangan pulau Kemaro secara serius.

“Sudah ada dua yang hubungi via WA. Bahwa mereka sangat tertarik untuk menggarap Pulau Kemaro. Tapi kan berdasarkan informasi dari Tim Percepatan, kita masih kematangan lahan dulu, pematangan lahan, perencanaan, kalau sudah baru kita bicara serius.”Bebernya.

Baca Juga :  Tindak Lanjut Kesepakatan ! Pemkot Palembang dan Pemkab Banyuasin Kembali Bertemu

“Jadi kita tuh selain APBD kita turun, pematangan lahan di Pulau Kemaro yang 25 Ha itu kita matangkan juga dengan dana CSR, kita harus ciptakan yang ciri khas Palembang.”  Pungkasnya.

Diluar bahasan pulau Kemaro, Mistain juga menyebutkan kedepannya wacana pindahnya perkantoran Pemkot Palembang yang akan tergabung dengan perkantoran pemprov sumsel di Keramasan, akan banyak aset Pemkot Palembang berupa gedung-gedung perkantoran yang bisa dijadikan spot wisata baru di kota Palembang.

“Apa pun bentuknya bisa mereka sewa, bisa mereka bangun, ya kan. Seperti Kantor Walikota mungkin bangunan gedung utama gedung ledeng nya akan dipertahankan dan yang bagian belakang mungkin bisa dibangun perhotelan atau food court, dan ini bisa berkembang menjadi kawasan bisnis.”

“Dan Harus lelang. Jadi siapa pun pihak ketiganya tuh. Itu dilelang harus terbuka. Siapa yang mendesain. Terbaik. Siapa yang memberikan keuntungan sebesar-besarnya maka itu yang dipilih.”

UMKM Kito - Solusi UMKM Go-Online

Komentar

Berita Lainya