27 Januari 2022 - 11:02 WIB | Dibaca : 318 kali

Di Balik Upaya Perindah Sungai Sekanak Lambidaro, Warga Tetap Abai Perihal Sampah

Laporan :
Editor : Noviani Dwi Putri

SWARAID, PALEMBANG:Dibalik upaya perbaikan dan mempercantik Sungai Sekanak Lambidaro sebagai destinasi wisata di kota Palembang, sampah masih menjadi persoalan yang belum terselesaikan.

Menurut Petugas Pekerjaan Umum (PU) Palembang, Hendri mengatakan bahwa permasalahan sampah tersebut bukan hal baru dan upaya pembersihan terus dilakukan.

“Kalau sampah itu dari dulu pun sudah banyak, bahkan setiap hari terus dilakukan pengambilan sampah disini, dan walaupun dilakukan pembersihan sampahnya masih banyak dan bisa mencapai seperempat bak mobil truk,” ujarnya, Kamis (27/1/22).

Diketahui, restorasi tahap awal Sungai Sekanak Lambidaro dari Jembatan Karang, Jalan Merdeka, sampai dengan Jembatan di Kawasan Palembang Indah Mal (PIM) kini telah rampung 99 persen, dan tinggal menjernihkan airnya saja.

Sementara itu, dalam proses pembangunan tahap dua yang telah berjalan, Pemerintah Kota (Pemkot) berkoordinasi dengan pihak Balai Sungai Nasional VII Sumatra Selatan (Sumsel) terus melanjutkan pengerjaan di Jembatan PIM sampai Kawasan Kantor DPRD Provinsi.

Ia juga mengaku bahwa Sungai Sekanak Lambidaro akan dijadikan tempat destinasi perairan yang banyak diminati oleh wisatawan.

Baca Juga :  Jelang Tahun Baru Imlek, Warga Tionghoa Siapkan Angpau dan Cuci Patung Dewa

Akan tetapi, menanamkan rasa komitmen dalam menjaga kebersihan sungai belum juga terwujud sampai saat ini.

“Kami membagi tugas, ada pertugas yang membersihkan sungai dan ada yang mengecat dinding serta jalan agar dapat terlihat lebih indah, bahkan setiap hari pasti ada aja mobil pengakut sampah, entah pagi, sore pasti ada saja sampah,” tuturnya.

Lebih Lanjut, Hendri mengatakan bahwa masyarakt juga memiliki peran untuk mewujudkan Sungai Sekanak Lambidaro Palembang agar terbebas dari sampah.

“Kalau Pemkot telah berupaya semaksimal mungkin tapi warga masih tetap abai tentu kebersihan lingkungan sungai tidak akan tercipta mengingat banyaknya sampah tersebut berasal dari sampah rumah tangga,” tegasnya.

Sementara itu, salah satu warga, Adam (37) mengaku wajar jika banyak sampah di sekitar sungai karena minimnya tempat pembuangan sampah dirumah warga, dan ditambah ketidaksadaran masyarakat yang melintasi kawasaan sungai untuk membuang sampah sembarangan.

“Iya, mungkin karena minimnya tempat pembuangan sampah di sekitar warga yang membuat kami membuang sampah sembarangan ditambah kurangnya masyarakt kota Palembang yang ikut membuang sampah ketika melewati sekitar sungai ini,” katanya.

Baca Juga :  Sepenggal Kisah Penyelam Tradisional Sungai Musi Pencari Emas

Ia berharap, kedepannya kondisi semakin membaik, baik dalam hal pengerjaan restorasi, pembersihan sampah di sungai, hingga terwujudnya kesadaran akan kebersihan.

Komentar