SWARAID-PALEMBANG, (03/02/2021): Permasalahan pengelolaan sampah di kota Palembang bisa dikatakan belum ditangani secara maksimal oleh Pemerintah Kota. Wakil Walikota Palembang bersama Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Palembang, Alex Fernandus meninjau kondisi terkini dari TPA Sukawinatan, Rabu (03/01).
Produksi sampah di kota Palembang mencapai 1200 ton perharinya, namun yang mampu diangkut ke TPA Sukawinatan yang memiliki luas 25 hektar hanya sekitar 800 ton perhari, dan sisanya masih dikelola perorangan.
Oleh karena itu, salah satu upaya Pemerintah Kota Palembang dalam mengurangi penumpukan sampah di TPA Sukawinatan yang diperkirakan hanya mampu menampung sampai 3 tahun kedepan, Pemkot berencana melengkapi TPS 3R di seluruh Kelurahan di kota Palembang yang berjumlah 107 Kelurahan. Dimana saat ini jumlah TPS 3R di kota Palembang baru ada 31 titik yang terbagi di beberapa kecamatan di kota Palembang. Disamping itu juga akan menambah armada pengangkutan.
Alex Fernandus menjelaskan lebih spesifik wacana yang dilakukan DLHK Kota Palembang. Dalam pengelolaan sampah yang diangkut ke TPA Sukawinatan, pihaknya akan memindahkan pembuangan sampah akhir, akan diangkut ke TPA Karyajaya, Kecamatan Kertapati, Palembang.
Alex Fernandus menyebutkan, saat ini optimalisasi penggunaan TPA Karyajaya masih terkendala oleh infrastruktur yang rusak di dalam lokasi, tapi untuk di luar, akses menuju TPA Karyajaya dijelaskan telah diperbaiki oleh Dinas PUPR Kota Palembang. Selain itu juga dijalankan masih terkendala oleh penganggaran dari PAD Kota Palembang masih terkonsentrasi pada penanganan covid- 19.
“Di TPA Karya Jaya yang saat ini sudah terpakai lebih kurang 10 hektar. Namun karena ada infrastruktur yang rusak, maka perlu kita lakukan perbaikan-perbaikan. Selain itu, saat ini kita masih berkonsentrasi Covid-19. Insyaallah jika ekonomi membaik, untuk anggaran PAD kita juga kita bisa menganggarkan untuk perbaikan jalan di dalam.”
Lebih lanjut, Alex Fernandus menyampaikan bila prioritas penganggaran untuk pengolahan sampah telah dibentuk, pihaknya DLHK kota Palembang berwacana dari pemanfaat 30 hektar yang tersisa di TPA Karyajaya akan membangun pengolahan sampah berteknologi tinggi, dengan membangun pembangkit listrik tenaga sampah yang menghasilkan daya listrik sebesar 20 Mega Watt. Hal ini dilakukan sebab menurut Alex, metode “open damping” hanya menumpuk sampah di TPA yang selama ini dilakukan tidak lagi efektif untuk diteruskan.
Selain itu, Alex menyebutkan ada dua pembangkit listrik yang tengah dilakukan uji coba, yang salah satunya berada di TPA Sukawinatan, hanya saja menurut Alex terkendala dengan penggunaan metan sebagai suplai dari CPA tidak begitu mampu menggerakan generator atau turbin dari insenerator yang menurut Alex tidak begitu efektif.
“Kemudian satu lagi dalam proses masih dalam kontrak, yaitu insenerator dengan kapasitas 1000 ton per hari yang menghasilkan 20 Mega Watt. Jadi kita tentu banyak syarat yang harus dilengkapi. Peralatannya juga harus ada spesifikasi ya. Dan dari lingkungan juga aman dan sebagainya yang perlu kita kaji.” Jelasnya.
Disamping itu, Alex menyebutkan DLHK Kota Palembang akan menyulap TPA Sukawinatan menjadi tempat rekreasi wisata. Dengan memanfaatkan lahan seluas 25 hektar tersebut dan tumpukan sampah akan ditimbun tanah (cover soil). Alex mengatakan itu akan dilaksanakan bila TPA Karyajaya telah dihidupkan kembali.
“Jadi disini minimal kita jadikan tempat wisata, kita jadikan area RTH, kita tata disini bisa untuk tempat wisata , wisata lingkungan. Kita buatkan trek-trek disini yang bisa kita gunakan untuk berolahraga dan sebagainya ke depan.” Tutup Alex.















Komentar