Swara.id | Mataram – Perkumpulan Pelayang Seluruh Indonesia (PELANGI) Sumatera Selatan kembali mengukuhkan dominasinya di ajang Festival Olahraga Rekreasi Nasional (FORNAS) VIII di Mataram Nusa Tenggara Barat, (29/7/2025).
Tim layangan asal Sumsel sukses membawa pulang medali emas bergengsi pada nomor Aduan Benang Katun, sekaligus mempertegas predikat Sumsel sebagai “raja” layangan aduan katun di Indonesia.
Ketua Pengprov PELANGI Sumsel, Eka Subakti, S.E, menyebut kemenangan ini sebagai buah dari kerja keras tim yang diberi nama Pasukan Dapunta Hyang.
“Pada FORNAS VIII ini kami beri nama pasukan Dapunta Hyang dengan kekuatan 11 orang pegiat layang-layang yang berasal dari kabupaten Muara Enim, MUBA, Palembang. FORNAS kali ini PELANGI meraih 1 medali emas nomor aduan katun dan 1 perunggu aduan gelasan bebas atas nama Juni Siswanto, serta 1 medali perunggu pada nomor layangan Kreasi 3 dimensi (perahu Bidar) atas nama M. Yunus yang biasa dipanggil kakek,” jelas Eka.
Medali Emas untuk Sriwijaya
Eka menegaskan bahwa capaian ini menjadi pembuktian keunggulan layangan khas Palembang yang lentur dan mampu bermanuver optimal, bahkan dalam kondisi angin kencang di Mataram yang mencapai 23 km/jam.
“Alhamdulillah, medali emas Aduan Gelasan Katun kembali ke pangkuan bumi Sriwijaya. Ini pembuktian bahwa Sumsel adalah ‘raja’ gelasan katun. Emas katun ini kami persembahkan untuk pegiat aduan katun khususnya kota Palembang dan Sumatera Selatan,” ujarnya bangga.
Persiapan Menuju FORNAS IX di Palu
Selain merayakan kemenangan, Pengprov PELANGI Sumsel telah merancang langkah strategis untuk mempertahankan prestasi di ajang berikutnya.
“Pengprov PELANGI Sumsel sedang merancang sistem pertandingan dengan pola kompetisi liga sebagai upaya menseleksi potensi pegiat, meningkatkan kemampuan para pegiat layangan aduan dan layangan kreasi selain pelaksanaan even Forkot/forkab, Forprov. Kita punya waktu 2 tahun mempersiapkan pasukan solid untuk terjun di FORNAS IX yang direncanakan di Palu pada 2028,” tutup Eka.
Keberhasilan ini sekaligus menjadi dorongan bagi komunitas layang-layang Sumsel untuk terus berkembang, mengangkat olahraga tradisional ini ke tingkat nasional bahkan internasional.













Komentar