oleh

Abdul Rizal : PD Pasar Telah Capai Target Kontribusi Pada PAD Kota Palembang

Oleh : | Editor : Noviani Dwi Putri
Dibaca :585 kali | Durasi baca : 2 Menit

SWARAID-PALEMBANG, (16/03/2021): Beberapa anggota DPRD Kota Palembang sebut beberapa BUMD kota Palembang tidak berkontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) kota Palembang tahun 2020. Pernyataan tersebut disampaikan pada rapat paripurna masa persidangan III pembahasan pemandangan umum fraksi-fraksi terhadap Laporan Keuangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Walikota Palembang tahun 2020.

Jubir fraksi Gerindra, Adzanu Getar Nusantara menyebutkan terdapat empat Badan Usaha Milik Daerah yang tidak berkontribusi atas PAD kota Palembang tahun 2020. Maka dari itu pihaknya meminta Pemkot Palembang untuk mengevaluasi kinerja dari setiap BUMD kota Palembang serta juga dapat mendorong peningkatan kapasitas BUMD.

“Menyampaikan keprihatinan kepada BUMD yang pada awal perjuangan dibentuk adalah untuk menjadi salah satu sumber pendapatan. Di mana dapat kita cermati bersama atas penetapan tersebut hanya terkesan membebani APBN Kota Palembang.” Pungkasnya.

“Maka kami meminta agar Pemerintah Kota Palembang untuk mengevaluasi hasil pilar dana secara tegas dan selanjutnya mengambil langkah-langkah kebijakan yang dapat meningkatkan kapasitas BUMD.” Tegas Adzanu Gentar.

Menyikapi hal tersebut, Direktur Utama Perusahaan Umum Pasar (Perumda Pasar) Palembang Jaya, Abdul Rizal menjelaskan hal yang berbeda. Menurutnya, pihaknya Perumda Pasar Palembang Jaya telah mencapai target kontribusi terhadap PAD kota Palembang, namun dijelaskan masih dalam pemeriksaan lembaga keuangan independen.

Baca Juga :  Aktivis Perempuan Bersuara : Puan Maharani Tak Ada Hati!

“Sebenarnya tahun ini kita sudah sampai target, tapi untuk sementara ini kita masih diperiksa oleh lembaga keuangan independen, dan insya Allah selesainya akhir bulan ini. Makanya kita belum berani untuk menyetor ke PAD insyaallah ini sudah sampai 90-100 persen sebenarnya.” Ungkapnya.

Terlepas dari itu, terkait dengan masih maraknya temuan pedagang-pedagang pasar yang membuka lapak di luar areal lapak pasar yang disediakan atau dalam kata lain pedagang liar, Abdul Rizal menyampaikan bahwa pihaknya hanya mengakomodir pedagang yang berada di areal lapak yang disediakan, namun untuk pedagang liar koordinasinya akan ke Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) kota Palembang.

“Kami dari Perumda Pasar Palembang Jaya sifatnya hanya mengelola pasar tradisional. Tetapi bagi pedagang yang di luar dari lingkungan Perumda Pasar, itu tanggung jawab penertiban sesuai dengan Perda. Mungkin Pol PP dan juga pihak-pihak terkait lainnya. Kalau kami hanya mengelola dan mengakomodir di dalam pasar kita sendiri.” Pungkasnya.

Komentar

Berita Lainya