oleh

Warga Yang Ikut Gotong Royong Dibawah 50%, Finda Kecewa !

Oleh : | Editor : Noviani Dwi Putri
Dibaca :256 kali | Durasi baca : 2 Menit

SWARAID-PALEMBANG, (28/02/2021): Orang nomor dua di kota Palembang, Fitrianti Agustinda atau yang akrab dengan sapaan Finda tidak dapat menutupi rasa kecewanya. Bagaimana tidak, pada kunjungannya untuk turut serta gotong- royong di sungai Tatang yang merupakan anak sungai Musi yang berada di kawasan 35 Ilir, ia masih menjumpai banyak tumpukan sampah rumah tangga yang mencemari sepanjang aliran sungai Tatang.

Bak api tersiram bensin, Wakil Walikota Palembang tersebut semakin kecewa lagi, ketika mendapati warga sekitar sangat sedikit yang ikut berpartisipasi saat gotong royong, padahal di lingkungan mereka sendiri. Hal tersebut disampaikan Wakil Walikota Palembang saat meninjau langsung gotong royong, Finda menyebutkan bila kegiatan gotong royong di sungai Tatang ini bukan kali pertama, namun dijelaskan pula bahkan Walikota pun turut aktif gotong- royong membersihkan sampah di sungai Tatang.

“Pemerintah Kota Palembang sudah cukup sering melaksanakan kegiatan gotong-royong di sungai Tatang baik bersama Walikota, maupun saya. Namun masyarakatnya masih dalam arti kurang peduli untuk menjaga lingkungan, kebesihan. Masih menjadi terbiasa membuang sampah di sungai.”

Baca Juga :  Salah Satu Pasien Covid-19 B117 Berdomisili di Palembang, Begini Sikap Ratu Dewa !

“Tadinya kita berharap bahwa kegiatan gotong-royong ini paling tidak 50 persen oleh warga, 50 persen dihadiri dari Pemerintah Kota Palembang terutama kawan-kawan yang biasa membersihkan lingkungan,” lanjutnya.

Terlepas itu, finda menekankan akan menerapkan sanksi tegas berupa denda administratif dari Pemerintah Kota Palembang terhadap oknum yang masih saja bandel, seperti membuang sampah ke sungai.

“Nanti kita akan coba juga menegakkan aturan yang ada bahwa yang membuang sampah sembarangan akan mendapatkan sanksi denda, yang kedua juga kita akan evaluasi pelayanan RT dan RW bagi warga yang tidak mau memberikan sumbangsih dalam melaksanakan kegiatan gotong royong.” Tegasnya.

Pemerintah kota Palembang turun langsung membersihkan lingkungan, dimaksudkan untuk membudayakan masyarakat agar menjaga lingkungan disekitarnya. Kebiasaan membuang sampah ke sungai, sangat di khawatirkan dapat menyumbat aliran dan ketika hujan datang, sampah-sampah yang telah menumpuk bisa menjadi penyebab kebanjiran di wilayah tersebut.

“Kami berharap juga kepada pak Camat, pak Lurah, maupun RT setempat untuk mengajaklah, sosialisasikan agar tidak henti-hentinya supaya warga masyarakat ikut peduli terhadap kerja lingkungan. Karena kawasan yang biasa banjir, itu memang karena hampir rata-rata warga masyarakat tidak peduli lingkungan.” Pungkasnya.

UMKM Kito - Solusi UMKM Go-Online

Komentar

Berita Lainya