5 Januari 2021 - 05:45 WIB | Dibaca : 1,318 kali

Vaksinasi Tahap Pertama Prioritaskan Tenaga Kesehatan dan Pelayanan Publik

Laporan : Diaz
Editor : Noviani Dwi Putri

SWARAID – PALEMBANG, (05/01/2021): Rapat koordinasi (rakor)  Pemerintah Kota Palembang bersama Kementerian Dalam Negeri melalui video conference terkait kesiapan Vaksinasi Corona virus disease (covid-19) dan penegakan protokol kesehatan. Dari jatah yang diterima Sumsel sebanyak 30.000 vial yang datang pada Senin (04/01/21) kemarin, kota Palembang dari rapat koordinasi tersebut menerima 19.080 vial vaksin dari pabrikan Sinovac yang di distribusikan oleh PT. Biofarma.

Sekda Kota Palembang  Ratu Dewa yang juga mengikuti rapat tersebut memberikan penjelasan, pada tahap pertama vaksinasi di kota Palembang akan diprioritaskan kepada Tenaga Kesehatan, baik yang berkerja di Rumah Sakit dan Aparatur Sipil yang berkerja di bidang pelayanan publik di kota Palembang.

“Kemungkinan hari Rabu akan di drop di Palembang yang akan didistribusikan mulai tanggal 14 Januari. Yang pertama divaksinasi kan itu Tenaga Kesehatan dengan jumlah 13.000, tokoh agama, tokoh masyarakat, TNI-POLRI, ASN yang lebih spesifik bersentuhan langsung dengan pelayanan publik. Contohnya Disdukcapil, DPMPTSP tingkat Kelurahan dan Kecamatan itu yang akan prioritas.” Terangnya.

Baca Juga :  Kecamatan Plaju Terpilih Menjadi Proklim Utama

Lebih lanjut, Ratu Dewa menjelaskan pada tahap pertama vaksinasi di kota Palembang, Pemerintah kota terlebih dahulu akan melakukan sosialisasi terhadap penggunaan vaksin tersebut.

“Untuk Anak Didik dan Guru belum divaksinasi di tahap pertama. Nantinya ada sosialisasi dari Dinas Kesehatan, apalagi kan nanti ada regulasi, terus ada juplak juknisnya dari Pemerintah Pusat, nanti Dinas Kesehatan Kota Palembang akan kasih penyuluhan sosialisasi ke masyarakat bahwa vaksin ini bagus, tidak membahayakan dan lain sebagainya.” Jelasnya.

Terakhir, Ratu Dewa menyampaikan dalam vaksinasi ini akan dilakukan pendataan yang juga telah divalidasi oleh Departemen Kesehatan terkait dengan pengguna vaksin tersebut.

“Sudah jelas kan nanti polanya. Nantikan sudah ada data, sudah divalidasi dari Departemen Kesehatan, tinggal eksekusinya di Dinas Kesehatan Kota.” Tutup Dewa.

 

Komentar