oleh

Tantangan Pengajar Dalam Menciptakan Efektivitas Pembelajaran di Masa Pandemi

Oleh : | Editor : Noviani Dwi Putri
Dibaca :164 kali | Durasi baca : 3 Menit

Penulis : Prabowo Yurisman *)

SWARAID-PALEMBANG, (27/02/2021): Mengawali tahun 2020, dunia dikejutkan dengan munculnya wabah yang sangat berbahaya yaitu virus Corona Disiase-19. Dimulai dari Wuhan, China, dengan cepat menjadi wabah secara singkat mengglobal di hampir seluruh negara di dunia.

Pada akhirnya segala aspek kehidupan menjadi berubah akibat dari wabah penyakit Covid-19. Tidak terkecuali dunia pendidikan yang juga menjadi imbas dari wabah ini. Hampir sama dengan situasi di negara lain, semua sekolah di Indonesia ditutup untuk jangka waktu yang belum dapat ditentukan.

Dengan proses pembelajaran yang berubah drastis, dari semula belajar tatap muka antara guru dengan siswa di kelas, menjadi pembelajaran jarak jauh via daring dari rumah masing–masing yang di lakukan guna memutus rantai penyebaran wabah covid-19.

Oleh sebab itu, tentu hal ini menghambat proses pembelajaran yang sudah direncanakan sebelumnya, dan menghambat keefektifan dalam pembelajaran siswa serta juga menjadi tantangan bagi seorang guru agar mencari cara bagaimana pembelajaran yang dilaksanakan melalui daring dapat dilaksanakan secara efektif.

Target Pencapaian Kurikulum Pada Masa Pandemi Covid- 19

Sesuai surat edaran dari Kemendikbud RI mengisyaratkan agar para guru tidak memaksakan pencapaian kurikulum dalam pelaksanaan pembelajaran jarak jauh selama masa pandemi saat ini, karna dikhawatirkan jika siswa dipaksakan maka justru akan berdampak buruk bagi perkembangan peserta didik.

Diawali dengan pencegahan dengan munculnya surat edaran Mendikbud RI No 3 / 2020 tertanggal 9 Maret 2020, tentang Pencegahan Corona Virus Disease (Covid-19) Pada Satuan Pendidikan. Kemudian ditegaskan lagi dengan edaran berikutnya surat edaran Mendikbud RI No 4 / 2020 tertanggal 24 Maret 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan Dalam Masa Darurat Penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19). Bahkan didalam surat edaran tersebut meniadakan ujian nasional dan ujian sekolah terutama bagi sekolah yang berada di pelosok yang tidak memungkinkan tersedianya jaringan internet.

Baca Juga :  Kebijakan Politik Pemerintah Dalam Proses Pendidikan Indonesia

Tantangan Guru dalam mengefektifkan belajar siswa pada masa pandemi Covid- 19

Ada sebuah pelajaran yang dipetik dari dunia pendidikan di tengah pandemi ini, yakni kegiatan tatap muka dengan guru terbukti lebih efektif ketimbang secara daring (online). Beberapa guru di sekolah mengaku, jika pembelajaran daring ini tidak se efektif kegiatan pembelajaran konvensional (tatap muka langsung), karena beberapa materi harus dijelaskan secara langsung dan lebih lengkap, sementara pembelajaran daring hanya efektif untuk memberikan penugasan dan soal-soal saja.

Seperti yang disebutkan Anggota Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Tangerang Selatan, Putu Desi Indrawati, banyak tantangan dan pengalaman yang didapat.

“Luar Biasa, banyak sekali pengalaman dan cerita yang dirasakan,” kata Desi. (Sumber :The Community, Podme.id)

Desi mengutarakan ada kerinduan yang mendalam untuk dapat kembali berkumpul di kelas bersama siswa. Namun, hal tersebut belum bisa terwujud lantaran pandemi yang belum kunjung mereda. “Rindu candaannya, rindu pembelajarannya, rindu ketawanya, pembelajarannya,” ujarnya.

Menurutnya, pembelajaran jarak jauh memiliki berbagai kendala. Utamanya lantaran pembelajaran jarak jauh bergantung kepada akses internet. Terkadang, koneksi internet tidak mendukung, hal itu berbeda dengan proses belajar mengajar di kelas.

Baca Juga :  Sampah dan Pendapatan Kota Palembang (bag.1)

Maka dengan demikian guru dituntut untuk mampu merancang dan mendesain pembelajaran daring yang ringan dan efektif, dengan memanfaatkan perangkat atau media daring yang tepat dan sesuai dengan materi yang diajarkan.

Hal yang paling sederhana dapat dilakukan oleh guru bisa dengan memanfaatkan group Whatsapp. Karena Whatshapp ini merupakan media yang banyak digunakan oleh siswa dan wali siswa, selain itu juga lebih mudah untuk dipahami.

Namun sekali lagi, pilihlah aplikasi yang sesuai dengan kebutuhan guru dan siswa itu sendiri. Tidak semua aplikasi pembelajaran daring bisa dipakai begitu saja dan harus dipertimbangkan sesuai kebutuhan guru dan siswa, kesesuaian terhadap materi, keterbatasan infrastruktur perangkat seperti jaringan. Akan sangat tidak efektif jika guru mengajar dengan menggunakan aplikasi zoom meeting namun jaringan atau sinyal di wilayah siswa tersebut tinggal tidak stabil.

Menurut saya, keberhasilan seorang guru dalam melakukan pembelajaran daring pada situasi pandemi ini adalah bagaimana kemampuan guru dalam berinovasi merancang dan meramu materi, menentukan metode pembelajaran  dan aplikasi apa yang sesuai dengan materi dan metode pembelajaran.

Kreatifitas merupakan kunci sukses dari seorang guru untuk dapat memotivasi siswanya tetap semangat dalam belajar secara daring dan tidak menjadi beban psikis. Disamping itu, kesuksesan pembelajaran daring selama masa Covid-19 ini tergantung pada kedisiplinan semua pihak. Oleh karena itu, pihak sekolah juga perlu membuat skema dengan menyusun manajemen yang baik dalam mengatur sistem pembelajaran daring. Hal ini dilakukan dengan membuat jadwal yang sistimatis, terstruktur dan simpel untuk memudahkan komunikasi orangtua dengan madrasah agar putra putrinya yang belajar di rumah dapat terpantau secara efektif.

Baca Juga :  PGK : Bergelar Belum Tentu Berpendidikan !

Beberapa saran singkat dari pengajar ahli untuk membantu guru dalam memulai pembelajaran jarak jauh agak tetap efektif, diantarnya yaitu:

  • Adakan diskusi interaktif dengan kelas dengan ‘berbagi’ layar untuk mempresentasikan pelajaran Anda dan dorong siswa untuk mengajukan pertanyaan menggunakan fitur chat
  • menampilkan film dengan menggunakan fitur audio sistem selama sesi pertemuan
  • Selama pelajaran, dalam memandu diskusi kelas dilarang me-nonaktifkan audio siswa, menjadikan mereka sebagai pemberi materi, atau jika perlu mengeluarkan mereka dari pertemuan
  • Rekam sesi kelas jika beberapa siswa tidak dapat bergabung selama sesi pelajaran berlangsung
  • Untuk penilaian, dapat dengan membuat dan memberi kuis di Teams menggunakan Microsoft Forms
  • Himbau siswa untuk menggunakan Immersive Reader dalam Teams untuk membantu mereka membaca pesan dan memahami permintaan tugas, yang memungkinkan mereka untuk terus mengejar pembelajaran dan berkontribusi

*) Penulis adalah Mahasiswa Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Jurusan Manajemen Pendidikan semester 5 Universitas Islam  Negeri Raden Fatah Palembang

UMKM Kito - Solusi UMKM Go-Online

Komentar

Berita Lainya