oleh

PT Pelindo dan INSA Ajukan Kerjasama Pemanfaatan Aset Bawah Ampera

Oleh : | Editor : Noviani Dwi Putri
Dibaca :591 kali | Durasi baca : 2 Menit

SWARAID-PALEMBANG, (13/03/2021): PT Pelindo (Pelabuhan Indonesia) Persero dan INSA (asosiasi pemilik pelayaran Indonesia) mengajukan kerjasama pemanfaatan aset bawah jembatan Ampera. Dimana pihak INSA dan PT. Pelindo mengajukan pemanfaatan sarana dan prasarana tentang penyelenggaraan transportasi air.

Meski demikian menanggapi hal itu, Sekretaris Daerah Kota Palembang, Ratu Dewa menyebutkan belum dapat memutuskan terkait penandatanganan kerjasama Pemerintah Kota Palembang dengan pihak INSA dan PT Pelindo. Pasalnya yang diterima pihaknya pada hari ini masih berupa draf dan belum mengetahui bentuk kerjasamanya secara rinci.

“Tadi belum saya putuskan karena saya minta ada surat secara resmi terus nanti akan dipelajari oleh bagian kerja sama dan bagian hukum dari dan pak Inspektorat kalau yang pembahasan terakhir rapat terakhir.” Ungkapnya.

Pasalnya, menurut Ratu Dewa pihaknya masih menginginkan adanya draf resmi dari pihak PT. Pelindo dan INSA, sebab terkait kerjasama tersebut terdapat beberapa perubahan peraturan, dimana dijelaskan Ratu Dewa jalinan kerjasama tersebut berada pada sektoral pemerintah pusat dan pemerintah provinsi.

Baca Juga :  Tak Punya KIS, Warga Rusun Ini Dijemput Finda dan Pihak RSUD Palembang Bari

“Sehingga nanti bisa dibahas secara detail terhadap materi apa saja yang perlu di-UU-kan yang perlu dikerjasamakan dengan bagian hukum. Sebenarnya kita sudah punya Perda tapi perlu ada revisi lagi, perlu ada perbaikan terhadap Perda tentang penyelenggaraan transportasi sungai.”

“Karena ini sudah masuk wilayahnya pusat maupun pemerintah provinsi, maka hasil kita ketemu Menteri Perhubungan dan juga dengan Dirjen Bina Keuangan Daerah, dari pihak Kementerian juga minta waktu untuk mempelajari terhadap usulan revisi Perda tentang penyelenggaraan transportasi sungai.” Tambahnya.

Terlepas itu, Ratu Dewa menyebutkan potensi atas kerjasama tersebut akan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari kota Palembang, yang mana setelah dianalisa akan mendapatkan 100 sampai 150 miliar pertahun.

“PAD akan lebih besar, kalau kali-kalian kemarin dari staf pak Wali maupun dari BPPD itu bisa tembus di angka antara 100 sampai 150 miliaran per tahun karena posisi kita kan kalau nggak 13 sampai 19 kilo dari hulu ke hilir itu yang dilalui oleh transportasi sungai dan itu potensi.”

Baca Juga :  Pemkot Palembang Buka Lelang Jabatan

Tak hanya itu, Ratu Dewa membeberkan terkait wewenang ini merupakan sektor pemprov maupun pemerintah pusat, disebutkan bila sebelumnya telah ada usuluan terkait revisi Perda tersebut.

“Sudah ada diusulkan kemarin, tetapi dari pemerintah provinsi kan Perda itu harus difasilitasi. Nah, setelah difasilitasi ada beberapa hal yang harus direvisi oleh pemerintah provinsi. Nah, bergulir revisi, revisi. Karena sudah hampir 50 persen lebih pasal yang harus direvisi, maka harus ada Perda ulang”. Tutupnya.

UMKM Kito - Solusi UMKM Go-Online

Komentar

Berita Lainya