28 Desember 2022 - 01:42 WIB | Dibaca : 279 kali

Mesak Habari: Roh Perjuangan LMND Telah Dipadamkan dan Dihianati!

Laporan : Tim Swara
Editor : Noviani Dwi Putri

LMND telah dikerdilkan gagasan dan politiknya dengan terlibat aktif (mesra) dan terlalu mengutamakan kelompok konservatif dan elitis

SWARAID, JAKARTA: Momentum pelaksanaan Kongres IX LMND di Makassar telah membuka tabir kegagalan gerak Ideologi, Politik dan Organisasi LMND.

23 Tahun berdialektika, roh perjuangan sebagaimana tujuan awal LMND didirikan, di masa kepemimpinan Asrul dan Adina selama 3 tahun lamanya telah dipadamkan dan dihianati, ucap Mesak Habari, penggagas Komite Penyelamat Ideologi, Politik dan Organisasi Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (KP-IPO LMND) pada saat Konferensi Pers, Jakarta 27/12/22 di Caffe 1947.

Lanjutnya, LMND sebagai organisasi gerakan yang memiliki kesadaran politik yang maju telah dimundurkan geraknya, oleh karena pragmatisme dan subjektifitas, yaitu membawa LMND untuk kepentingan pribadi. Oleh karenanya Kami dari Komite Penyelamat Ideologi, Politik dan Organisasi Liga Mahaiswa Nasional untuk Demokrasi (KP-IPO LMND) menilai serta mengevaluasi bahwa prinsip organisasi telah dilanggar.

“Dalam lapangan ideologi, beberapa catatan kawan-kawan KP-IPO, kegagalan kepengurusan kawan asrul dan kawan Adina. misalnya program ideologi berdasarkan ketetapan kongres tidak mampu dijalankan oleh Eksekutif nasional. Programatik ideologi yang di tetapkan pada kongres VIII Jakarta 2019 lalu. Budaya literatur dalam tubuh internal LMND yang mengendor akibat kurangnya kajian dan bacaan terhadap situasi Internasional maupun situasi Nasional,” ungkapnya.

Baca Juga :  Penghapusan Kelas BPJS Kesehatan Akan Berlaku di Tahun 2022, Iurannya Bagaimana?

Senada dengan Mesak Habari, Samsudin Saman Demosioner Eksekutif Nasional LMND mengatakan, Di bawah kepemimpinan politik Asrul, LMND telah dikerdilkan gagasan dan politiknya dengan terlibat aktif (mesra) dan terlalu mengutamakan kelompok konservatif dan elitis. Padahal, LMND adalah antitesa dari kelompok-kelompok konservatif itu. Sebagai organisasi politik mahasiswa ialah organisasi yang mempunyai kesadaran maju.

“Kesadaran yang maju itu telah diaktualisasi oleh kawan-kawan LMND dari seluruh daerah, dalam rapat Dewan Nasional (DN) menghasilkan suatu keputusan dalam menghadapi tahun politik 2024, LMND akan mengintervensi pemilu melalui partai alternatif yaitu Partai Rakyat Adil Mkamur (PRIMA), Dewan Nasional (DN) ialah ruang pengambilan keputusan tertinggi setelah kongres dimana Point itu juga telah di khinati dan tidak di jalankan secara organisasional,” ujarnya.

Kata dia, Semangat Mendegradasi gerakan LMND yang progresif itu dimanfaatkan, sampai dengan tidak dijalankannya kerja-kerja ideologi dan aktivitas politik sesuai dengan Konstitusi organisasi, dan ia pula telah meninggalkan kepentingan rakyat.

Lemahnya pengelolahan organisasi telah menyebabkan ketidak maksimalnya dalam menjalankan prinsip-prinsip organisasi secara optimal.

Baca Juga :  Teken 19 Perjanjian Kerjasama, UEA Investasi 32,7 Miliar Dolar di Indonesia

“Adapun usaha melanggengkan cara-cara kotor yang berkhianat itu telah menemukan momentumnya dan terkuak melalui pelaksanaan Kongres IX LMND di Makassar. Pra-kondisi yang disiapkan terlihat jelas dan terkonfirmasi dalam pelaksanaan Kongres, baik dalam persidangan maupun di luar persidangan,” Jelasnya.

Septian Paat Demosioner Eksekutif Nasional menambahkan, Tindakan-tindakan intimidasi dan represi yang dilakukan terhadap kawan sendiri terlalu sering terjadi. Peserta yang adalah anggota dan representasi kolektif yang hadir, terlalu sering dijegal dan dibungkam untuk menyuarakan pendapatnya. Terutama terhadap poin-poin krusial dan prinsip dalam LMND.

“Hampir semua daerah menolak Kongres IX yang berlangsung di makassar awal Desember lalu dan tidak mengakui kepemipinan LMND sekarang yang tidak sesuai dengan Sentralisme Demokrasi Maupun Konstitusi organisasi (AD/ART),” ujarnya.

Kata dia, Kelompok kubu kecil tersebut malakukan pembelotan Ideologi, Politik dan Organisasi LMND, Kegenitan tersebut semata untuk kepentingan dia sendiri, Kepemimpinan Muhammad Asrul dalam 3 tahun terakhir tidak dapat uji dalam hal apapun, ia hanya melakukan kerja-kerja yang bersifat oportunis dan reaksioner. (Rilis)

Komentar