7 Januari 2022 - 01:34 WIB | Dibaca : 1,958 kali

Menhub Budi Karya Sumadi Sepakat Pengalihan Subsidi PT SP2J ke PT TMPJ

Laporan : Diaz
Editor : Noviani Dwi Putri

SWARAID, PALEMBANG : Salah satu pemicu penghentian operasi Bus Rapid Transit (BRT) Trans Musi Palembang Jaya adalah semakin menurunnya jumlah penumpang moda transportasi umum tersebut.

Tercatat hanya 6,9 persen saja masyarakat yang memilih menggunakan angkutan umum ini.

Hal inilah yang mendasari Pemerintah Kota Palembang tidak lagi memberikan subsidi kepada PT SP2J. Akibat penghentian ini, sebanyak 200 pegawai perusahaan pelat merah tersebut terpaksa  harus dirumahkan sementara waktu.

Semulanya untuk tahun ini PT SP2J mengajukan subsidi mencapai Rp17 Miliar, namun Banggar Komisi II DPRD Kota Palembang hanya menyetujui subsidi Rp 12 miliar, namun meski disetujui rupanya Dishub Kota Palembang tidak menganggarkan pada anggaran belanja tahun ini.

Pasalnya Pemkot Palembang memiliki rencana lain, diungkapkan Walikota Palembang beberapa waktu lalu, pihaknya berencana mengalihkan subsidi ke PT TMPJ menggunakan APBN Kementerian Perhubungan, menyatu dengan Teman Bus milik PT SP2J yang lebih dulu menerima subsidi dari pusat.

Sinyal pengalihan subsidi tersebut ternyata disambut baik oleh Menteri Perhubungan saat bertandang ke Rumah Dinas Gubernur Sumatera Selatan Griya Agung, Kamis sore (06/01/22).

Ia menyebutkan, sebagai salah satu kota dengan moda transportasi umum terlengkap di Indonesia, sangat di sayangkan apabila tidak di manfaatkan dengan baik oleh warga Palembang.

Menhub RI Budi Karya Sumadi yang merupakan putra daerah Sumsel mengatakan akan mengintegrasikan moda transportasi BRT dan LRT Palembang.

“Sekarang sedang dalam proses,” ujarnya kepada awak media di Griya Agung (06/01/22).

Meskipun tidak begitu merinci agendanya pulang kampung kali ini, diharapkan dapat mengubah pola masyarakat agar lebih memanfaatkan Moda transportasi umum.

Baca Juga :  Disperindag Kota Palembang Kembali Gelar OP Minyak Goreng Murah 7 Hari ke Depan

Banyak keuntungan yang bisa diterima kota Palembang, menurutnya dengan memaksimalkan penggunaan moda transportasi umum dapat mengurangi tingkat polusi udara di perkotaan, bahkan dapat mengurangi potensi kemacetan di kota Palembang.

“Palembang yang memiliki fasilitas paling lengkap di Indonesia, kota ini akan menjadi exercise angkutan perkotaan sehingga satu kali keberhasilan di kota Palembang bisa kita terapkan di kota-kota lain,” ungkapnya.

Terlepas itu, dalam mengurai kemacetan di kota Palembang hingga turun tangannya Kementerian Perhubungan RI ke kota Palembang, Budi Karya Sumadi meminta pengelolaan tranportasi umum di kota Palembang harus mematok tarif yang terjangkau bagi masyarakat umum.

“Harapan saya ada solusi-solusi terbaik untuk kota Palembang, yaitu memberikan harga yang terjangkau, memberikan kemudahan feeder antar moda yang lebih bagus, memberikan alternatif pembayaran,” ungkapnya.

Sementara itu, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru mengakui kemacetan yang acap kali terjadi di jam-jam tertentu di ibukota Sumatera Selatan ini yang salah satunya dinilai pintu keluar dua tol yang baru dibangun di Sumsel tol Palindra dan tol Kapal Betung mengarah langsung masuk ke kota Palembang.

“Kita harus sadari, ada dua akses tol Palindra, dan Kapal Betung. Ini semua bertumpu ke Palembang pintu keluarnya out-nya itu di Palembang. Jadi memang kita rasakan betul kepadatan lalu lintas pada jam-jam tertentu,” ungkap Herman Deru.

Ibukota palembang merupakan salah satu kota dengan tranportasi umum terlengkap di Indonesia, namun seiring dengan kian meningkat daya beli kendaraan berimbas pada kepadatan lalu lintas yang meningkat.

Baca Juga :  TPU Gandus Hills Akan Disulap Menjadi Pemakaman Elit

“Kita yang berdomisili di sini sangat merasakan kepadatan lalu lintas, penyebabnya tentu nanti kita urai tapi solusinya sudah ada. Disisi lain ini berarti daya beli masyarakat semakin baik, yang membeli kendaraan banyak.”

Menurutnya Integritas antar moda jadi solusi kemudahan bagi masyarakat mengakses setiap fasilitas yang di sediakan pemerintah kota, provinsi dan pusat akan berkolaborasi memberikan kepraktisan dalam mengakses antar moda transportasi.

“Bahkan pak Menteri tadi sudah mengatakan agar memberikan subsidi khusus kepada siswa dengan Rp25ribu itu kemungkinan per siswa tapi ini masih dalam kajian, bisa lebih kecil, bisa juga lebih besar sedikit tapi itu antara lain untuk solusi, tapi ini belum final, kita nunggu Februari.”

Dilain sisi, Walikota Palembang Harnojoyo mengakui penurunan jumlah penumpang tranportasi umum salah satunya di pengaruhi oleh pandemi covid-19, hingga 6.9 persen.

Oleh karenanya dalam mengintergrasikan antar tranportasi, ia mengungkapkan rencana penambahan outlet yang terhubung langsung ke LRT baik dari halte BRT berjumlah 3 rute dan Teman Bus dengan sistem Based Service ada 4 rute akan digabungkan menjadi 5 rute.

“Saya meminta tadi awal Februari rute-rute yang baru, yang menghubungkan kepada LRT ini segera terlaksana. Ini akan kita kerjakan secara maraton, angkutan yang terintegrasi di Kota Palembang ini akan memaksimalkan keberadaan LRT,” ungkapnya.

Harnojoyo mengatakan, selain budaya menggunakan kendaraan pribadi,penggunaan transportasi online juga menjadi penyebab berkurangnya jumlah penumpang transportasi massal.

Baca Juga :  Pemkot Turunkan Excavator, Tembus Timbulan Sampah di Aliran Sungai Sedapat

Upaya peningkatan jumlah penumpang angkutan umum dengan pemberian subsidi langsung ke pelajar dan mahasiswa, menambah rute, jam operasional dan subsidi sharing antara Pemkot, pemprov, dan pemerintah pusat, menjadi pilihan dalam pencapaian target hingga 60 persen jumlah penumpang.

“Ini juga dalam rangka mengurangi budaya masyarakat menggunakan kendaraan pribadi dan online agar lebih memilih tranportasi massal tapi untuk masyarakat sekarang mudah untuk mendapatkan tranportasi,” ungkapnya.

Meskipun begitu, Walikota Palembang Harnojoyo membantah akan me-merger pengelolaan PT TMPJ dan Teman Bus, namun hanya menyatukan rute saja dari yang berjumlah 7 koridor menjadi 5 koridor.

“Subsidinya nanti Pemerintah Kota akan tetap menganggarkan, nanti ada subsidi APBN dan APBD Kota, inilah nanti secara administrasi akan kita jadikan. Ini subsidinya cukup besar, bisa sampai 31 miliar nilainya, bisa APBN sharing dan provinsi juga bisa masuk,” ungkapnya.

Sementara itu, Pengamat Transportasi Prof. Erika Buchari menilai masih kurangnya feeder atau angkutan penghubung antar moda dan masih sedikitnya tujuan yang di tawarkan di Palembang. Salah satu cara yang dinilai potensial adalah dengan dimulai memperbaiki kemudahan akses.

Gak ketemunya feeder dan tujuannya gak ada, kita harus ciptakan tujuan-tujuan baru seperti cafe-cafe, kuliner di tempat yang tepat, agar orang mau naik transportasi umum lebih ada tujuan. Karena kalau kita lihat sekarang “stay alone” turunnya di jalan gak langsung masuk ke toko, kemudian gak ada skywalk yang mempermudah akses.”

Komentar