24 Februari 2022 - 09:15 WIB | Dibaca : 1,095 kali

Disperindag Kota Palembang Kembali Gelar OP Minyak Goreng Murah 7 Hari ke Depan

Laporan : Diaz
Editor : Noviani Dwi Putri

SWARAID, PALEMBANG: Guna meredam kelangkaan minyak goreng di pasaran, Dinas Perdagangan Kota Palembang kembali gelar operasi pasar (OP) minyak goreng bekerja sama dengan distributor dalam sepekan kedepan di tujuh lokasi berbeda.

Fenomena minyak goreng ini bukan hanya langka, namun harga jual di tingkat pengecer juga menyentuh harga Rp 18.000 per liter.

Seperti yang disampaikan Kepala Dinas Perdagangan Kota Palembang Reymond Lauri, operasi pasar minyak goreng pada hari ini dilaksanakan di Rusunawa 24 Ilir Palembang, (24/2/22).

Sementara untuk besok, Jumat (25/2/22) di Pasar Sekip Ujung, Selasa (1/3/22) di Pasar Maskarbet, Rabu (2/3/22) di Pasar Tangga Buntung, Jumat (4/3/22) di Pasar Km 5, Senin (7/3/22) di Pasar Padang Selasa, dan terakhir Selasa (8/3/22) di Pasar 3/4 Ulu.

“Setiap OP itu kita siapkan 5.000 liter minyak goreng selama 7 hari, dengan harga Rp 27.000 per 2 liter atau Rp 13.500 /liternya,” katanya, usai meninjau di 24 Ilir Kamis (24/2/22).

Dari pasokan minyak goreng yang disiapkan selama operasi pasar masih belum mencukupi kebutuhan warga Palembang.

Baca Juga :  Pemkot Palembang Akan Bangun 300 Unit Rusunawa untuk ASN

Oleh sebab itu tidak menutup kemungkinan pihaknya kembali lakukan OP minyak goreng murah lagi. Yang sejauh ini, menurutnya kelangkaan stok minyak goreng karena keterlambatan pengiriman dari distributor kepada agen.

“Kami tidak menemukan adanya penimbunan minyak seperti yang terjadi di wilayah lain,” katanya.

Sebelumnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang memastikan adanya pengawasan yang ketat terhadap distribusi minyak goreng ke pasar-pasar di kota ini.

Sekretaris Daerah Kota Palembang Ratu Dewa, Rabu (23/2/22) mengatakan, Pemkot secara khusus memerintahkan Dinas Perdagangan didampingi oleh Bagian Perekonomian Setda Palembang untuk melakukan pengawasan.

Dalam perintah tersebut menyampaikan, jangan sampai alokasi minyak goreng disalurkan tidak merata ke para pelaku usaha baik di pasar retail modern ataupun pasar tradisional oleh para distributor.

“Setiap hari harus ada laporannya dan bila ada kendala ajak distributor berbicara mencari solusinya bagaimana. Intinya jangan sampai dibiarkan larut masalah itu. Sehingga kebutuhan tetap masyarakat tetap tercukupi,” kata Sekda Palembang, Ratu Dewa.

Menurut Ratu Dewa, Pemkot juga terus berkoordinasi dengan pihak Pemerintah Provinsi/jajaran terkait seperti Bulog dan Satgas Pangan untuk mencarikan solusi minyak goreng yang belakangan langka tersebut.

Baca Juga :  Ratu Dewa Beri Kuliah Kebangsaan Pada 4000 Mahasiswa UIN RF Palembang

Reymond Lauri menambahkan, harus ada koneksi intensif antara produsen dan distributor, guna memastikan tidak terjadi kelangkaan minyak goreng di pasaran.

“Karena suplai ke pasaran aman, maka kita harus terus komunikasi dengan Disperindag Provinsi dan distributor, sehingga lancarnya minyak goreng tidak hanya sebatas di operasi pasar saja,” katanya.

Komentar