1 November 2020 - 13:24 WIB | Dibaca : 1,424 kali

Indonesia Mengecam Tindakan Rasis Presiden Prancis

Laporan : Tim Swara
Editor : Noviani Dwi Putri

SWARAID – PALEMBANG, (31/10/20): Presiden Republik Indonesia  Joko Widodo memberikan tanggapan terhadap pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron yang menghina umat Islam dengan ingin mempublikasikan karikatur Nabi Muhammad beberapa waktu lalu.

Emmanuel Macron mengatakan bahwa Islam adalah agama yang  mengalami krisis ekonomi di seluruh dunia dan saat itu juga dia mengenalkan dan menjelaskan UU Separatisme Islam atau Upaya pemisahan umat Islam di Prancis dari persatuan Negara. Macron juga membiarkan majalah Charlie Hebdo yang menerbitkan ulang karikatur Nabi Muhammad untuk menandai dimulainya  sidang terhadap pelaku penembakan brutal di kantor Charlie Hebdo ditahun 2015 lalu oleh pria yang menggunakan senjata militan Islam yang menewaskan 12 orang dan yang terbaru yang membuat heboh adalah Macron membela guru di Prancis yang dipenggal karena menunjukkan kartun Nabi Muhammad.

Ada beberapa hal yang dibahas Jokowi dalam konferensi pers di kanal YouTube Sekretariat Negara, Presiden Jokowi didampingi Majelis Ulama Indonesia (MUI), Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI), Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia (PGI), Parisadha Hindu Dharma Indonesia (PHDI), Persatuan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi), dan Majelis Tinggi Agama Khong Hu Cu Indonesia (Matakin).

Baca Juga :  Pimpin Upacara HUT Ke-21 Kabupaten Banyuasin, Askolani Bangga atas Prestasi yang Telah Diraih

Jokowi menyampaikan tentang dinamika persaudaraan antar umat beragama dan kecaman Indonesia terhadap Presiden Perancis Emmanuel Macron yang menghina umat Islam, Jokowi menilai penyataan Macron itu bisa memecah belah persatuan antar umat beragama di dunia. Padahal, saat ini dunia tengah dilanda pandemi Covid-19.

“Pertama, Indonesia mengecam keras terjadinya kekerasan yang terjadi di Paris dan Nice, yang telah memakan korban jiwa. Kedua, Indonesia juga mengecam keras pernyataan Presiden Perancis yang menghina agama Islam yang telah melukai perasaan umat Islam di seluruh dunia di saat dunia memerlukan persatuan untuk menghadapi pandemi Covid-19,” ujar orang nomor satu di Indonesia ini.

Jokowi melanjutkan, kebebasan berekspresi yang mencederai kehormatan, kesucian, serta kesakralan nilai-nilai dan simbol agama sama sekali tidak bisa dibenarkan dan harus dihentikan.

“Mengaitkan agama dengan tindakan terorisme adalah sebuah kesalahan besar. Terorisme adalah terorisme. Teroris adalah teroris. Teroris tidak ada hubungannya dengan agama apa pun.” Tegasnya.

Terakhir, Jokowi menyampaikan bahwa Indonesia mengajak dunia mengedepankan persatuan dan toleransi beragama untuk membangun dunia yang lebih baik.

Baca Juga :  Sinergi Cermin Kota dan Pemkot Palembang Untuk “Palembang Berdaya, Palembang Sejahtera”

Komentar