oleh

Berawal Dari Gamer Hingga Jadi Bos Kopi

Oleh : | Editor : Noviani Dwi Putri
Dibaca :322 kali | Durasi baca : 3 Menit

SWARAID-PALEMBANG, (10/01/21): Muhammad Reforma Meiriandy, akrab disapa Tema, salah satu alumni Universitas Bina Dharma tahun 2020. Tema atau dikenal juga dengan nama Kentang ketika masih sebagai gamer. Sejak SMP, Tema sudah dapat menghasilkan uang sendiri sebagai gamer dan kian aktif di berbagai turnamen game online ketika kuliah. Akan tetapi, saat ini Tema memutuskan untuk fokus mengurus usaha kedai kopi miliknya.

Pria 22 tahun ini merupakan seorang anak muda yang membuka usaha dengan melawan rasa takut pada diri sendiri. Bermula dari kesibukan melewati masa-masa skripsi yang menjadi masalah besar bagi setiap mahasiswa  menjadi alasan terbesar Tema untuk mencari hiburan atau menenangkan diri dari tugas skripsi yang membingungkan.

Kegiatan kaum millenial tidak jauh dari berkumpul bersama teman atau lebih dikenal dengan sebutan nongkrong. Tema sendiri sering menuangkan waktunya bersama temannya di  sala satu kedai kopi yang sedang diminati berbagai generasi ketika itu, dan kebetulan barista di kedai tersebut adalah teman satu kampus dan satu kelasnya sendiri.

Sering nongkrong dan melihat keasikan yang terjadi setiap pengawai Kedai atau disebut Barista membuat tema penasaran.

“Bagaimana sih membuat Kopi sendiri?” ujar Tema.

Dan akhirnya Tema mulai belajar. Karena masih baru dan tidak memahami apapun dalam bidang Kopi, Tema terus belajar dengan permulaan yang tidak terlalu rumit baginya, seperti membuat kopi susu, dan menu lainnya yang menurutnya tidak terlalu susah dipahami. Tema juga sebelumnya sudah pernah membuka usaha thai tea sebelum akhirnya memutuskan untuk membuka kedai kopi.

Baca Juga :  Manusia Silver tiba-tiba Menghilang di Kota Palembang

Tema sendiri pernah merasakan insecure pada dirinya sendiri yang merasa bahwa dirinya tidak pantas untuk membuat usaha kopi mengingat ia dulu merupakan seorang gamer yang tidak pernah berkecimpung dalam dunia perkopian. Dikelilingi teman-teman yang selalu memberikan semangat tanpa mencela, tanpa menghina dan tanpa menjatuhkan, disertai dengan pengetahuan yang ia peroleh kemudian mengatarkan Tema akhirnya menjadi seorang pengusaha muda yang membangun usahanya sendirian dengan bermemodalkan ilmu yang dimilikinya selama berlajar bersama teman baristanya tersebut.

1 Februari 2020 tema membuka usaha kedai kopinya yang ia beri nama Kopi Eksis dengan  jargon “Kopi Sepenuh Hati”. Kopi eksis sendiri diambil dari nama Akun Ig @PalembangEksis miliknya. Kopi Eksis ini memiliki cita-cita yaitu memperkenalkan kopi Sumatera ke seluruh Indonesia, bahwa kopi Sumatera itu berkualitas.

“Kopi Sumatera ini enak-enak loh dan berkualitas jadi harus dikenalkan,” jelasnya, singkat.

Membuka usaha sendiri tak membuat Tema takut menghadapi persaingan yang sangat ketat. Tak dipungkiri pengemar Kopi saat ini sangatlah meningkat, terkhusus di kota Palembang yang terbilang banyak kedai Kopi dengan kualitas kedai masing-masing. Bahkan didepan toko kedai kopi Tema sendiri terlihat kedai kopi lainnya yang merupakan saingan dalam usaha.

Lambat laun, Tema mulai merasa membutuhkan patner dalam meningkatkan kualitas kedainya  dan Membagikan ilmu tentang perkopian. Hingga akhirnya Tema bekerja sama dengan 3 Patner di kedainya untuk ikut serta dalam menghandel Kopi Eksis. Terdiri dari Ikhsan atau dikenal dengan nama Bom-bom, Siti Wijaya yang merupakan satu-satunya wanita dikedai tersebut, dan Barlian seorang penyeduh kopi.

Baca Juga :  Datangi Gurbernur, Petani Tanjung Agung Timur : Program SERASI Gagal !

Kehidupan tak akan terus indah, kata pepatah “Roda akan terus berputar”, perjalanan menjadi seorang pengusaha tidak selamanya mulus tanpa kerikil kecil yang menghalang. Itu yang dirasakan Tema saat jatuh bangun, bahkan sangat jatuh dalam menjalani usaha kopi.

“Waktu itu karena masih baru-barunya saya membuka kedai dari siang sampai malam sekitar jam 7an, dan itu hanya dapat 25 ribu aja yang laku kopi nya hanya 2 cup. Kebetulan waktu itu hujan deras dan itu membuat sangat saya down, tapi tidak menjadi alasan saya untuk berhenti melanjutkan usaha ini, tetap yakin dan terus berusaha karena setiap usaha itu akan merasakan jatuh bangun,” ujarnya.

Untuk sementara ini, bahan baku masih diambil dari toko kopi terlebih dahulu sampai akhirnya membuat rencana atau planing berkunjung kependesaan yang terkenal dengan kopinya. Tema sendiri memproduksi kopi dari tempat-tempat menjual kopi yang menjual biji kopi berkualitas.

Untuk jenis kopi, Tema memilih biji kopi daerah Semedo yang dikenal dengan produksi kopi berkualitas. Menu dalam kopi eksis ini sudah memiliki variasi dan nama yang digunakan pun jarang didengar seperti, kopi pisang. terdapat 4 menu kopi yang benar-benar diperuntukkan bagi para pencinta kopi seperti, Japanese ,V60 , Vientam Drip, dan Espreso. Proses dalam membuat kopi pun hanya digibar dan digiling saja baru kemudian diseduh.

Baca Juga :  Covid - 19 Membawa Berkah, Pemuda Palembang "Kebanjiran" Pesanan Ikan Arwana.

Kopi eksis juga memiliki menu spesial yang dirahasisakan Tema dan para barista dari pegunjung. Hal ini dilakukan untuk membuat pengujung dapat berkomunikasi dengan Tema maupun baristanya agar lebih dekat dengan pengunjung.

“Disini kami harus dekat dengan pengujung, contoh jika pengujung sibuk main hp dan sendirian, kami akan mendekatinya untuk menjalin kenyamanan antara pengunjung dan penjual,” katanya.

Tema yang dikenal ramah dan gaul oleh para panter, Barlian (20) mengatakan, sangat menyenangkan berkerja disini karena tidak ada yang didepan dan dibelakang dalam menjalankan usaha kopi eksis.

“Saya senang berkerja di Kopi Eksis ini karena ibaratkan itu kalau berjalan sama-sama pada barisannya sejajar tidak ada yang di depan maupun di belakang,” ujarnya.

Menjalin keakraban antar pembeli, owner pemilik dan barista, merupakan salah satu strategis Kopi Eksis menarik perhatian dan memperkenalkan kopi Sumatera dengan lebih mudah. Dalam menu sendiri, Kedai Kopi Eksis akan di rencanakan menambah menu dan kualitas Kedai Kopi Eksis sendiri demi menarik para pencinta kopi sejati. Tema juga akan membuat cabang selanjutnya, namun masih menunggu waktu yang tepat dan kondisi yang memungkinkan.

 

Komentar

Berita Lainya