oleh

82.771 Orang di Kota Palembang Tidak Memiliki Pekerjaan

Oleh : | Editor : Noviani Dwi Putri
Dibaca :214 kali | Durasi baca : 1 Menit

SWARAID-PALEMBANG, (01/04/2021): Pandemi covid-19 yang genap setahun melanda Indonesia sangat memukul keras sektor perekonomian, alhasil angka pengangguran meningkat tajam. Hal tersebut disebabkan berbagai faktor seperti menyempitnya lapangan pekerjaan ataupun pemutusan hubungan kerja (PHK) baik skala kecil ataupun dalam skala besar hampir di seluruh bagian di Indonesia, dan banyak hal lagi yang menjadi faktor meningkatnya jumlah pengangguran di Indonesia.

Seperti di kota Palembang, guna meminimalisir angka pengangguran di tahun 2021, Pemerintah Kota Palembang secara aktif akan mengefektifkan belanja negara yang pro rakyat dengan harapan dapat menciptakan lapangan pekerjaan.

Seperti yang disampaikan Kepala Bappeda dan Litbang Kota Palembang Harrey Hadi. Menurutnya, dengan Pemkot Palembang melakukan berbagai upaya seperti menggelar pelatihan berbasis kompetensi kepada masyarakat, diharapkan mampu meningkatkan skill dari sumber daya manusia dan mempermudah masyarakat mendapatkan pekerjaan.

“Upaya yang dilakukan nanti bisa dengan melakukan job fair, pelatihan-pelatihan berbasis kompetensi dan kami juga mendorong untuk masyarakat menjadi enterpreneur,” ungkap Harrey.

Meski demikian, Harrey Hadi membeberkan di tahun 2021 ini kondisi perekonomian di kota Palembang perlahan menunjukkan angka stabil, hal itu terindikasi dengan semakin menjamurnya usaha mikro kecil menengah di kota Palembang.

Baca Juga :  Ratu Dewa Berharap Fatayat NU Hidupkan Kembali Budaya Keagamaan

“Saat ini kita hanya harus fokus melakukan pemulihan ekonomi memberikan stimulus bagi usaha-usaha kecil ini, karena saat ini pertumbuhan ekonomi di Palembang masih cukup baik apabila dibanding dengan daerah lain,” katanya.

Sebagai informasi, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kota Palembang pada tahun 2020 lalu berada di angka 9,86 persen, dari jumlah tersebut, setidaknya ada 82.771 orang di kota Palembang yang tidak memiliki pekerjaan di tahun lalu.

Harrey mengatakan, penyebab tingginya angka pengangguran tahun lalu dikarenakan pandemi Covid-19, yang sangat membatasi gerak perekonomian kota Palembang. Bahkan tak sedikit pula pelaku usaha yang harus gulung tikar atau vakum sementara waktu di kondisi pandemi.

“Karena sebelum pandemi kan mayoritas masyarakat yang memiliki pekerjaan cukup banyak, namun sejak adanya pandemi yang berdampak terhadap sektor usaha membuat masyarakat yang bekerja ini dirumahkan,” tutupnya.

UMKM Kito - Solusi UMKM Go-Online

Komentar

Berita Lainya