Tidak menjadi kegentaran, perjuangan tidak berhenti sampai di sini
SWARAID, PALEMBANG: Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi yang kemudian disingkat LMND, dibentuk oleh para organisatoris dan komite-komite aksi mahasiswa pasca 1998.
Komite-komite aksi mahasiswa di beberapa kampus, sebut saja KOMPI, SKPD, KOSTRAD dan lainnya merupakan embrio dari terbentuknya LMND karena sudah terdiri dari beberapa komisariat kampus.
Respon gerakan terhadap keresahan rakyat yang menjadi api pengorganisasian, mulai dari tukang becak, pedagang kaki lima, upah buruh, perampasan lahan tani, dan kebebasan kampus yang kemudian membuat LMND menjadi kawah candradimuka penggodokan para aktivis mahasiswanya untuk menjadi agitator dan propagandis.
Sebagai perlawanan terhadap rezim yang tidak pro kepada rakyat, sudah 23 tahun LMND bergerak dan terus dikuatkan iman revolusionernya setelah bertemu dengan pengorganisasian sektor butuh dan tani, serta miskin kota.
Sebentar lagi, tepatnya 5 Desember 2022, LMND akan menggelar kongres IX di Makassar, Sulawesi Selatan.
Delegasi dari Palembang sebanyak 10 orang dijadwalkan akan berangkat pada Sabtu (3/12/22).
Nama M Amir Iskandar, Ketua EK LMND Palembang periode 2019-2022 mengisi deretan bakal calon Ketua Umum LMND selanjutnya.
Ditemui SWARAID, Presiden Mahasiswa Universitas Tridinanti Palembang (UTP) periode 2018-1019 yang juga sempat didapuk sebagai Ketua UKM Badminton di kampus yang sama periode 2016-2017 ini membagi pengalaman sebagai organisatoris.
“Saya masuk LMND di tahun 2015, sudah 7 tahun saya ber-LMND, dimulai dari sel kampus yang sebelumnya belum ada LMND di kampus UTP.” Gesah Amir.
Lebih lanjut Amir bercerita. Ia lantas mengajak semua rekannya yang tergabung di UKM Badminton untuk ikut serta di LMND.
“Setelah itu saya membentuk komisariatan LMND di UTP, pasca dari itu saya diamanahkan oleh kawan-kawan untuk mengambil tugas menjadi Ketua EK LMND Palembang di tahun 2019.”
Bertekad memajukan LMND ke arah yang lebih baik lagi di masa mendatang, aktivis yang telah 7 tahun bergerak membawa bendera LMND ini meyakinkan diri untuk berjuang lebih keras lagi.
“Banyak sekali proses yang telah dijalani bersama kawan-kawan selama 7 tahun. Selama 7 tahun telah terbangun 5 komisariatan, dan ada 6 komisariatan persiapan untuk memperkuat EK LMND Palembang, setelah itu ada 3 Kabupaten/Kota akan dipersiapkan untuk menjadi eksekutif Kabupaten/Kota. Diantaranya Kota Lubuk Linggau, Baturaja, dan Kabupaten Banyuasin.”
Amir pula berkisah pengalamannya bersama kawan-kawan berjuang dalam aksi tolak Omnibuslaw yang berujung pada penangkapan dirinya selama 3 hari di bulan Oktober 2020 lalu.
“Tidak menjadi kegentaran, perjuangan tidak berhenti sampai di sini. Saya yakini bahwa hari esok akan jadi milik siapa yang tak henti berjuang. Seperti itu juga saya ingatkan terus kepada kawan-kawan. Dan saya ingin lebih jauh dan lebih luas lagi berjuang bersama LMND.” Pungkas Amir.















Komentar