oleh

6 Bulan DPO Akhirnya Akbar Keok di “Pelor” Polisi

Oleh : | Editor : Noviani Dwi Putri
Dibaca :125 kali | Durasi baca : 1 Menit

SWARAID-PALEMBANG, (25/03/2021): Berakhir sudah pelarian Seorang pria bernama Akbar (26) warga Sungki, Kecamatan Kertapati Palembang ini, ia terpaksa harus berjalan terpincang-pincang setelah kakinya ditembak oleh Anggota Opsnal Unit Pidum dan Tekab 134 Sat Reskrim Polrestabes Palembang, pada Kamis (25/3/21) sekitar pukul 14.00 WIB.

Diketahui, Pelaku jambret yang sudah meresahkan ini sudah 6 bulan masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

Menurut informasi yang dihimpun, Akbar beraksi bersama temannya bernama Isep (sudah menjalani hukuman) dan tercatat sudah dua kali melancarkan aksinya, yakni di bulan Agustus 2020/ lalu menjambret perempuan muda di depan air mancur Masjid Agung Palembang, kemudian di bulan November 2020 lalu menjambret IRT di Jalan Gub H Bastari Palembang.

Korban semuanya sudah melaporkan kejadian ke SPKT Polrestabes Palembang.

Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Irvan Prawira Satya Putra melalui Wakasat Reskrim Polrestabes Palembang, Kompol Wahyu Maduransyah Putra didampingi Kanit Pidum AKP Robert P Sihombing membenarkan hal tersebut dan mengatakan berhasil mengamankan lagi satu pelaku jambret yang sudah 6 bulan DPO ini.

Baca Juga :  Kejam Saat Beraksi, Akhirnya Hendri Keok Dipelor Polisi

“Pelaku memang sudah menjadi buronan kita, sebelumnya teman pelaku bernama Isep sudah tertangkap lebih dahulu.” Kata Wahyu.

Lanjutnya, Saat mengetahui keberadaan pelaku, Unit Pidum dan Tekab 134 langsung melakukan penangkapan, lantaran berusaha kabur saat ditangkap, dengan terpaksa diberikan tindakan tegas terukur.

“Pelaku akan dijerat pasal 365 KUHP dengan ancaman kurungan penjara di atas 5 tahun.” Tegas Wahyu saat diwawancarai oleh para awak media di Mapolrestabes Palembang, pada Kamis (25/03/21).

Sementara itu, Pelaku Akbar saat ditemui oleh para awak media mengakui atas perbuatannya dan mengatakan sudah dua kali beraksi menjambret di Kota Palembang.

“Benar pak, saya sudah dua kali menjambret, selalu berdua dengan Isep. Saya berperan menjadi pilot (sopir), sedangkan yang menarik tas korban adalah Isep. Hasil curian dibagi dua, terakhir kami dapat uang Rp 700 ribu dan saya mendapat bagian Rp 350 ribu. Uang dipakai hanya untuk makanan dan membeli rokok.” Ujar Akbar.

Komentar

Berita Lainya