13 Oktober 2022 - 11:45 WIB | Dibaca : 874 kali

Sambo vs Bharada E; Antara Perintah “Tembak” atau “Hajar”

Laporan : Surya
Editor : Noviani Dwi Putri

Ronny menegaskan perintah Ferdy Sambo kepada Bharada E bukanlah untuk menghajar, melainkan memerintahkan untuk menembak Brigadir J

SWARAID, JAKARTA: Dua tersangka kasus penembakan mendiang Brigadir J, Ferdy Sambo dan Bharada E memiliki versi masing-masing dalam pengakuannya.

Sambo mengklaim memerintahkan Bharada E untuk menghajar mendiang Brigadir J, bukan menembak. Sedangkan Bharada E berkukuh bahwa Sambo memerintahkan untuk menembak Brigadir J.

Versi Ferdy Sambo

Perbedaan perintah tersebut dibeberkan oleh kuasa hukum Putri Candrawathi, Febri Diansyah, dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu (12/10/22).

Febri mengatakan, bahwa Sambo menggunakan kata ‘hajar’ saat memerintah Bharada E.

“Memang ada perintah FS pada saat itu, yang dari berkas yang kami dapatkan itu perintahnya adalah ‘hajar, Chad’, namun yang terjadi adalah penembakan pada saat itu,” kata Febri.

Akan tetapi, dikatakan  Febri, saat itu Bharada E malah menembak Brigadir J. Ferdy Sambo pun dikatakan panik dan lantas memerintahkan ajudannya untuk memanggil ambulans.

“FS kemudian panik dan meminta memerintahkan ADC. Jadi sempat memerintahkan ADC untuk melakukan memanggil ambulans dan kemudian FS menjemput Ibu Putri dari kamar dengan mendekap wajah Bu Putri agar tidak melihat peristiwa dan kemudian memerintahkan RR mengantar Ibu Putri ke rumah Saguling. Ini adalah fase pertama rangkaian peristiwa,” tuturnya.

Baca Juga :  Pelimpahan Tahap II Sambo Cs Akan Dilaksanakan Rabu 5 Oktober Mendatang

Febri juga mengklaim bahwa awalnya Ferdy Sambo tidak berencana mengkonfrontasi Brigadir J di rumah dinas di Duren Tiga, Jakarta Selatan. Hal itu, menurut dia, dilakukan Sambo secara spontan saat melewati rumah yang menjadi saksi pembunuhan itu.

“Jadi pada saat itu FS dari rumah di Saguling adalah pergi badminton namun ketika FS melihat lewat di depan rumah Duren Tiga, sampai lewat beberapa meter jaraknya, dia kemudian memerintahkan sopir untuk berhenti. Meskipun tidak ada rencana pada saat itu ke rumah Duren Tiga. Kemudian FS melakukan klarifikasi terhadap J tentang kejadian di Magelang,” kata Febri.

Versi Bharada E

Bharada E sudah menyatakan bahwa Sambo memerintahkannya untuk menembak Brigadir J, bukan menghajar.

Kuasa hukum Bharada E, Ronny Talapessy, mengatakan kliennya telah mengungkapkan kronologi dan fakta kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir J. Dia mengatakan Ferdy Sambo memerintahkan Bharada E menembak Brigadir J.

“Bahwa berdasarkan keterangan klien kami RE dalam BAP sudah mengungkapkan kronologis dan fakta bahwa FS memerintahkan RE untuk melakukan penembakan kepada J, dan sebelumnya FS juga memerintahkan RR (Ricky Rizal) untuk melakukan penembakan kepada J,” kata Ronny kepada wartawan, Rabu (12/10/22).

Baca Juga :  Terlibat Kasus Sambo, 2 Perwira Polisi Diberhentikan Dengan Tidak Hormat

Ronny menegaskan perintah Ferdy Sambo kepada Bharada E bukanlah untuk menghajar, melainkan memerintahkan untuk menembak Brigadir J.

“Jadi perintahnya FS bukan menghajar, tapi penembakan kepada J. Terkait pernyataan pengacara FS, itu sah-sah saja, kita kuasa hukum RE akan membuktikannya sesuai fakta-fakta hukum yang terungkap di persidangan,” tuturnya.

Versi Video Polri

Pernyataan Febri itu juga berbeda dengan hasil penyelidikan yang terungkap dalam video animasi reka adegan pembunuhan Yosua yang dirilis Polri. Dalam video itu, Sambo memerintahkan Bharada E menembak.

Dalam video yang dilihat, Rabu (31/8/22), sebelum peristiwa penembakan, Ferdy Sambo mulanya bicara dengan Brigadir J. Sambo menyebut Brigadir J tega.

“Kamu tega sekali sama saya, kurang ajar sekali kamu sama saya,” kata Ferdy Sambo dalam video animasi yang dirilis Polri.

Saat Sambo berbicara dengan Brigadir J, di sana ada Bharada E, Bripka RR, dan KM. Setelah bicara dengan Brigadir J, Sambo kemudian memerintahkan Bharada E untuk menembak Brigadir J.

”Woy kamu tembak, kau tembak cepat, cepat woy, kau tembak,” ujar Ferdy Sambo kepada Bharada E.

Baca Juga :  Sidang Permohonan Banding Sambo Akan Digelar Pekan Depan

Setelah diteriaki Sambo, Bharada E kemudian menembak Brigadir J sebanyak tiga atau empat kali. Salah satu titik yang ditembak adalah dada sebelah kanan dan di area wajah Brigadir J hingga Brigadir J jatuh telungkup di samping tangga depan gudang rumah Sambo.

Setelah Brigadir J terkapar, masih di waktu yang sama, Sambo menembak Brigadir J. Dalam video itu terlihat Sambo menembak kepala bagian belakang Brigadir J.

Setelah itu, Sambo menembak ke arah tembok tangga dan lemari untuk mengelabui seolah-olah terjadi tembak-menembak. Padahal peristiwa tembak-menembak itu tidak ada.

Komentar