SWARAID, PALEMBANG: Pemerintah Kota Palembang akan menambah jumlah jaringan gas (jargas) bumi dan akan melibatkan SKK Migas untuk pemasangan pipa induk di 18 Kecamatan di kota Palembang, hal ini dilakukan sebagai upaya pemenuhan kebutuhan rumah tangga.
Diterangkan Sekretaris Daerah Kota Palembang Ratu Dewa, di bawah pengelolaan BUMD SP2J tahun depan menargetkan penambahan sebayak 500 jaringan gas.
“Inginnya ada backup SKK Migas untuk penambahan jaringan gas. Untuk itu tadi akan kita koordinasi dan menyuplai data-data. Mungkin kita suplai data by name, by addres, dari 18 kecamatan. Tapi kepastian pipa induknya nanti, dipasang di Kecamatan mana,” kata Ratu Dewa usai rapat koordinasi bersama SKK Migas (28/01/22).
Menurutnya, hingga kini pemenuhan jaringan gas untuk rumah tangga sudah mencapai 40.000 jaringan. Sementara untuk pemasangan jargas baru, kedepannya akan digratiskan.
Meski begitu, dibandingkan dengan penggunaan tabung gas, tentu efesiensi dari penggunaan jaringan gas bumi lebih baik.
“Karena proyeknya adalah proyek APBN tetapi kita ingin gratis memang, pemasangannya gratis. Kita minta bantu backup SKK Migas sehingga bisa ada pemasangan-pemasangan di seluruh jaringan rumah tangga yang ada di Palembang,” ungkapnya.
Sementara menurut Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Zulkifli, jatah yang diterima Pemkot secara keseluruhan untuk pemasangan jargas bumi untuk rumah tangga ini melalui skema kerjasama pemerintah dan badan usaha (KPBU), mencapai 300.000 jaringan.
“Tapi jumlah ini pemasangan dengan jangka multiyears, bukan dalam waktu dua atau tiga tahun.”
Terakhir Pemkot Palembang mendapatkan penambahan pemasangan jaringan gas pada tahun 2020 dengan jumlah 10.000 jaringan dengan menggunakan dana APBN murni bukan dari KPBU seperti yang akan dikerjakan antara Pemkot Palembang dan SKK migas saat ini.
“2020 Itu bukan KPBU tapi APBN murni. Yang sambungannya di Plaju, Jakabaring, 10 ulu, 1-2 ulu dan Kalidoni,” ungkapnya.















Komentar