oleh

Pelebaran Jalan Parameswara Ditunda, Harrey : Prioritas Drainase Dulu !

Oleh : | Editor : Noviani Dwi Putri
Dibaca :258 kali | Durasi baca : 1 Menit

SWARAID-PALEMBANG, (27/03/2021): Kondisi Jalan Parameswara saat ini menjadi salah satu titik kemacetan di kota Palembang, bahkan di jam-jam tertentu seperti jam pulang kantor (pukul 16:00-18:00 WIB). Waktu tempuh untuk melintasi jalan yang menghubungkan antara Jalan Demang Lebar Daun dan Jalan Soekarno-Hatta tersebut bisa memakan waktu hingga 30 menit, meski panjang dari Jalan Parameswara hanya berkisar 700 meter saja.

Di tahun ini rencana pelebaran Jalan Parameswara sepanjang 700 meter yang merupakan salah satu proyek strategis kota Palembang ini terpaksa ditunda atau belum dilaksanakan. Pasalnya, di sepanjang Jalan Parameswara tersebut sama sekali tidak memiliki drainase. Seperti yang diungkapkan oleh Kepala Bappeda Litbang Kota Palembang Harrey Hadi.

“Di sisi kiri dan kanan jalan tersebut banyak bangunan jadi harus punya drainasenya dulu sebelum dilakukan pembebasan lahan. Informasi dari BBPJN V Sumatera, pembebasan lahan belum bisa dilakukan tahun ini karena harus membangun drainasenya dulu,” ungkap Harrey.

Sambung Harrey, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) V Kota Palembang akan mengutamakan pembuatan drainase terlebih dahulu di Jalan Parameswara, baru setelah itu pembuatan konstruksi pelebaran jalan. Hal tersebut untuk mencegah terjadinya pembongkaran konstruksi apabila terlebih dahulu dilakukan pelebaran jalan.

Baca Juga :  JMSI Sambangi Walikota Terkait Pentingnya Dunia Siber Pada Piala Dunia Under-20

“BBPJN akan memprioritaskan drainasenya dulu tahun ini, pembebasan lahannya nanti,” katanya.

Proyek pelebaran Jalan Parameswara menjadi salah satu program strategis Pemkot Palembang. Nantinya jalan yang juga menghubungkan antara Jalan Alamsyah Ratu Prawiranegara dengan Jalan Demang Lebar Daun ini dibuat menjadi dua jalur dengan 4 lajur.

Terlepas itu sebelumnya, Walikota Palembang, Harnojoyo menyampaikan tujuan proyek pelebaran jalan di kawasan tersebut dikarenakan ruas jalan yang sempit namun menjadi salah satu akses masuk bagi kendaraan besar yang berakibat kemacetan.

“Jalan itu cukup sempit, sering menimbulkan kemacetan. Nilai pembebasan lahan nanti dihitung oleh KJPP, serta anggarannya disiapkan BBPJN V dan Pemkot Palembang akan mengeksekusi pengerjaan fisiknya, termasuk IPAL Palembang,” tutup Harno.

UMKM Kito - Solusi UMKM Go-Online

Komentar

Berita Lainya