oleh

Pegawai Dishub Yang Tidak Mengikuti Tes Urine Dadakan Akan Dipanggil BNN

Oleh : | Editor : Noviani Dwi Putri
Dibaca :162 kali | Durasi baca : 2 Menit

SWARAID-PALEMBANG, (29/03/2021): Sekretaris Daerah Kota Palembang, Ratu Dewa kembali melanjutkan tes urine mendadak di lingkungan Pemerintah Kota Palembang. Setelah sebelumnya pelaksanaan tes urine di laksanakan di Kesbangpol Kota Palembang, kali ini pelaksanaan tes urine dadakan dilakukan di Dinas Perhubungan Kota Palembang.

Berkoordinasi dengan pihak BNN Provinsi Sumatera Selatan, usai memimpin apel pagi di halaman Dishub Kota Palembang yang diikuti ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan non-ASN di lingkungan Dishub Kota Palembang mendadak tidak diperkenankan beranjak dari lapangan upacara.

Setelah apel pagi, dari keseluruhan jumlah ASN dan non-ASN sebanyak 519 tersebut, diketahui terdapat 31 diantaranya berhalangan hadir dan 13 diantaranya tidak hadir tanpa keterangan.

Sekda Kota Palembang Ratu Dewa, menyebutkan bila pelaksanaan tes urine dadakan ini merupakan tindak lanjut dari intruksi Presiden RI Nomor 2 tahun 2020 Tentang Rencana Aksi Nasional Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, Peredaran Gelap Narkotika atau disingkat P4GN.

Terkait ketidak hadiran sejumlah pegawai Dinas perhubungan pada pelaksanaan tes urine ini, di tegaskan Ratu Dewa akan berkoordinasi dengan BNNP Sumsel untuk melakukan pemanggilan langsung terhadap yang bersangkutan.

Baca Juga :  Hujan Deras Disertai Angin, Sejumlah Titik di Kota Palembang Banjir !

“Kita sudah koordinasi dengan BNN, bagi yang tidak hadir ini akan langsung dipanggil oleh pihak BNN dan akan di tes urine oleh pihak BNN, jadi jangan sampai ASN atau non-PNSD ini tidak memberikan contoh baik kepada warga masyarakat Palembang.” Pungkasnya.

Lebih lanjut, Ratu Dewa menyebutkan bila ditemukan terdapat ASN ataupun non-PNSD yang terbukti melakukan penyalahgunaan narkotika, maka kepada yang bersangkutan akan diberikan sanksi tegas hingga dapat berujung pada pemecatan. Bahkan untuk non-PNSD bila ditemukan terbukti dapat langsung pemecatan secara sepihak sesuai dengan kontrak kerjanya.

“Ada hukumannya bersifat ringan, sedang, sampai berat, bahkan sampai pemecatan. Karena ini adalah narkoba tentunya hasil rekomendasi dari BNN akan jadi bahan pertimbangan oleh Badan Penjatuhan Hukuman Disiplin, dalam hal ini Ketuanya adalah saya sendiri, Sekretaris Daerah.” Ungkapnya.

Terlepas itu, Ratu Dewa mengungkapkan terkait pelaksanaan tes urine yang sebelumnya dilakukan di Kesbangpol Kota Palembang, disebutkannya hasil dari tes urine tidak ditemukan adanya penyalahgunaan narkoba di lingkungan Kesbangpol Kota Palembang.

Baca Juga :  Rekor ! Palembang Jadi Penerima Opini WTP 10 Kali Berturut-turut

“Untuk yang dari Kesbangpol kemarin sudah clear, tidak ada yang terindikasi menggunakan narkoba.” Tutupnya.

Komentar

Berita Lainya