11 September 2022 - 12:58 WIB | Dibaca : 1,414 kali

Lagi-lagi ! Hacker Bjorka Ledek dan Tantang Pemerintah Indonesia

Laporan : Tim Swara
Editor : Noviani Dwi Putri

Ledekan Bjorka itu tampaknya respon upaya pencarian Pemerintah Indonesia terhadapnya usai mengancam mengklaim telah meretas dokumen rahasia Badan Intelijen Negara (BIN)

SWARAID, JAKARTA: Bjorka tak henti-hentinya membuat ulah dan meledek pemerintah, terbaru hacker ini mengejek cara pemerintah mencari tau siapa dirinya melalui mesin pencarian internet Google.

Di akun Twitter miliknya, @bjorkanism menuliskan “Indonesian gov right now,” seraya memperlihatkan laman Google yang berisikan pencarian keberadaan Bjorka, Minggu (11/9/22).

Akun Twitter @bjorkanism ini terlihat baru bergabung pada bulan ini, ia baru mulai men-tweet sejak 9 September lalu. Namun, sudah ada 135 ribu followers.

Hacker Bjorka menjelaskan kepada Twitter bahwa ia bertindak dengan baik dan tidak melanggar apapun seperti yang diatur oleh platform tersebut. Tetapi jika akun @bjorknism tetap dinonaktifkan oleh Twitter karena Pemerintah Indonesia, Bjorka mengatakan tindakan Twitter itu memalukan.

Ledekan Bjorka itu tampaknya respon upaya pencarian Pemerintah Indonesia terhadapnya usai mengancam mengklaim telah meretas dokumen rahasia Badan Intelijen Negara (BIN) untuk Presiden Jokowi Widodo (Jokowi). Pihak Istana Kepresidenan mengatakan aparat negara bakal memburu Bjorka.

“Perlu saya tegaskan adalah itu sudah melanggar hukum UU ITE. Saya rasa pihak penegak hukum akan memproses secara hukum dan mencari pelakunya,” kata Kepala Sekretariat Presiden (Kasetpres) Heru Budi Hartono, Sabtu (10/9/22).

Baca Juga :  Hari Terakhir Nonton TV Analog, Ini 11 Kelebihan TV Digital

Heru menyebut tangkapan layar mirip surat berlabel rahasia dari Badan Intelijen Negara (BIN) dan surat lainnya untuk Presiden Jokowi yang bocor di forum peretas (hacker) adalah informasi bohong. Sebenarnya tak ada dokumen yang bocor ke peretas itu.

“Tidak ada isi surat-surat yang bocor,” kata Heru.

Bjorka mengaku memiliki dan memperjualbelikan data-data penting, seperti IndiHome, registrasi SIM card prabayar, hingga melakukan doxing terhadap Menkominfo Johnny G Plate dan otak pembunuh aktivis HAM Munir.

Bjorka acapkali meledek, seperti membalas himbauan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) agar tidak menyerang yang kemudian Bjorka mengatakan Kominfo dengan sebutan bodoh. Ia juga menantang agar dirinya digerebek Pemerintah Indonesia atas apa yang sudah dilakukannya.

Dan lewat grup Telegram-nya, Bjorka mengaku masih menunggu ditangkap oleh Pemerintah Indonesia.

I’m still waiting to be raided by the Indonesian goverment,” tulisnya di grup itu.

“Saya menunggu digerebek Pemerintah Indonesia,” tantang dia.

Komentar