oleh

Kadisdik Kota Palembang : Tidak Ada Kisi-kisi, Kita Akan Tetap Belajar Daring !

Oleh : | Editor : Noviani Dwi Putri
Dibaca :403 kali | Durasi baca : 3 Menit

SWARAID-PALEMBANG, (17/02/2021): Rantai panjang dampak pandemi Covid-19 membuat dunia pendidikan di Indonesia berjalan masif dengan pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau dalam jaringan (Daring). Terkhusus pada tingkatan Paud, SD, SMP, pembentukan karakter sangat penting di perhatikan, sebab metode pembelajaran jarak jauh secara psikologis masih sangat membutuhkan pendampingan peran aktif para tenaga pendidik dalam mengembangkan potensi siswa.

Dengan pembelajaran daring, interaksi antara guru dan murid sangat terbatas, dimana semestinya antara peserta didik dan guru harus memiliki kedekatan emosional dalam upaya pembentukan karakter yang visioner. Tak hanya itu, bahkan kerap kali menempatkan anak didik dengan tugas-tugas yang menjadi tuntutan untuk menghapal materi yang begitu banyak dengan model evaluasi yang tidak adil. Pada akhirnya pembelajaran daring ini akan menjadi momok yang meresahkan bila terus dilanjutkan kedepannya.

Seperti halnya di Palembang, hingga saat ini kondisi pendidikan di kota pempek ini tak juga dapat mengambil banyak langkah dalam memulihkan kembali metode pembelajaran, meski dari beberapa daerah lain mulai merangkak keluar dari masifnya pembelajaran saat ini.

Baca Juga :  Tidak Tanggung, Pemkot Beri Paket Sembako ke 85.252 Misbar

Meski Menteri pendidikan dan Kebudayaan RI telah memberi keleluasaan bagi Pemerintah Daerah untuk memulai pembelajaran tatap muka (PTM) dengan kriteria status zona penyebaran kasus Covid-19 wajib pada zona kuning, atau hijau, dengan status palembang yang masih statis di zona orange dan merah, membuat PTM di kota Palembang yang sempat diwacanakan di pertengahan Januari kemarin pun tertunda. Dengan demikian terwujudnya PTM di kota Palembang menjadi tanggungan bersama seluruh masyarakat untuk mematuhi prokes ketat.

Upaya demi upaya terus dilakukan oleh Pemerintah Kota Palembang agar dapat memulihkan kembali dunia pendidikan yang hingga saat ini belum mendapatkan izin untuk membuka kembali PTM pada tingkatan Paud, SD, SMP. Dinas Pendidikan Kota Palembang hingga saat ini terus melakukan pemantauan secara berkala di setiap sekolah, norma-norma pembelajaran yang harus disesuaikan dengan kondisi masih terus diuji, sebagai upaya persiapan pembelajaran tatap muka.

Seperti yang disebutkan oleh Wakil Walikota Palembang, Fitrianti Agustinda setelah mengunjungi Dinas Pendidikan Kota Palembang,

“Kalau di kota Palembang sudah cukup kesehatan untuk melaksanakan terutama untuk masalah zona ya. Kalau misalnya masih zona merah, tentu sesuai kesepakatan Pak Menteri kan belum diperbolehkan. Jadi tatap muka itu sendiri baru bisa dilaksanakan setelah kota yang bersangkutan atau wilayah yang bersangkutan sudah masuk zona hijau.”

Baca Juga :  PPKM Mikro di Kota Palembang Akan Diterapkan Mulai 9 Juli

Kebijakan tranformasi dunia pendidikan dengan program Merdeka Belajar yang digaungkan Kemendikbud RI, tentu disambut baik oleh setiap instansi pendidikan di Indonesia, tak terkecuali Dinas Pendidikan Kota Palembang. Seperti yang disebutkan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Palembang Akhmad Zulinto, permasalahan kekurangan tenaga pendidik yang tiap tahunnya terjadi berkaitan erat dengan Program Merdeka Belajar, yang mana peran guru atau yang disebut Guru Penggerak menjadi aspek yang sangat penting.

“Kita masih kekurangan 3700 tenaga pendidik, kebutuhan guru ini dalam arti akan kita carikan jalan keluarnya. Dan saat ini untuk memenuhi kebutuhan guru, ada juga guru-guru honor yang sudah kita tempatkan di setiap sekolah. Nantinya kita berharap supaya kebutuhan guru ini harus mendapatkan perhatian khusus dari Kementerian.” Jelasnya.

“Jadi program daripada Pak Menteri tentang guru penggerak untuk kita tetap akan ikuti. Soal penggerak itu semua, guru dari dulu sudah menjadi guru penggerak, tapi ini terakomodir sendiri, itu saja bedanya.” Jelasnya.

Selain itu, terkait dengan konsep Merdeka Belajar yang memberi keleluasaan terhadap Satuan Pendidikan dalam menentukan kelulusan dengan penghapusan ujian nasional (UN) yang diganti dengan asesmen nasional (AN) dengan tiga instrumen penting dalam pemetaan pendidikan Indonesia yakni, asesmen kompetisi minimum (AKM), survei karakter, dan survei lingkungan belajar. Menurutnya pihaknya tidak akan membuat pelatihan kisi-kisi soal ujian seperti yang dilakukan Dinas Pendidikan Sumatera Selatan, mengingat kondisi Palembang yang belum memungkin melakukan pembelajaran tatap muka.

Baca Juga :  Berusaha Melarikan Diri, Pelaku Pembobolan Warung Ditembak Heri Gondrong Cs

“Tidak ada kisi-kisi soal sampai sekarang ya, kita beda kan dengan provinsi, itu kan kebijakan sendiri. Karena saat ini kita masih daring, jadi sekolah itu berhak untuk menentukan sendiri.” Tutupnya.

UMKM Kito - Solusi UMKM Go-Online

Komentar

Berita Lainya