oleh

Hari Perempuan Internasional, IPPNU : Kami Bukan Properti, Stop Diskriminatif !

Oleh : | Editor : Noviani Dwi Putri
Dibaca :595 kali | Durasi baca : 2 Menit

SWARAID-PALEMBANG, (09/03/2021):Choose to challenge” Begitulah bunyi tanda pagar (tagar) dan tema yang diangkat pada Hari Perempuan Internasional atau International Women’s Days (IWD) yang bertepatan pada tanggal 8 Maret 2021 kemarin.

Pandemi Covid-19 merupakan masa-masa yang teramat sulit khususnya bagi kaum perempuan, bahkan menjadi beban berlapis manakala isu kesewenangan dan tindak kriminalitas masih menjadi tantangan bagi perempuan.

Menurut situs International Women’s Day yang menohok pada masa silam, diawali pada tahun 1908, sebanyak 15.000 perempuan berunjuk rasa di New York City, Amerika Serikat. Mereka menuntut hak pemotongan jam kerja, gaji yang sepadan, hingga hak seorang perempuan untuk ikut pemilu. Selanjutnya pada tahun 1910, konferensi Buruh Perempuan Internasional juga melakukan demonstrasi di Kopenhegen, Denmark.

Lalu pula Di Jerman, perempuan bernama Clara Zetkin, yang memimpin “Kantor Perempuan” untuk partai Sosial Demokrat di Jerman mengusulkan adanya Hari Perempuan Sedunia atau International Women’s Day untuk menyuarakan tuntutan bersama para perempuan di seluruh dunia.

Ada seorang perempuan muda intelektual yang sengaja diwawancarai oleh reporter SWARAID, Hilda Selviana S.H  Ketua Pengurus Wilayah Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Provinsi Sumatera Selatan yang menyuarakan “Kami Bukan Properti, Stop Diskriminatif” terhadap kaum perempuan di seluruh dunia.

Baca Juga :  1 Pelaku Jambret Diamankan Polisi, Lainnya Masih Diburu

“Saya sangat tidak setuju dan protes keras jika ada tindakan diskriminatif terhadap kaum perempuan khususnya di tempat dimana mereka bekerja.” Ujar Hilda.

Ia mengatakan, akhir-akhir ini banyak berita yang beredar bahwa tindakan tersebut kerap terjadi.

“Sangat perlu kesadaran dari pihak pemberi kerja bahwa kompetensi merupakan melebihi batas gender atau jenis kelamin. Perlu diketahui pula bahwa perempuan juga memiliki kekuatan dan keahlian yang setara dengan laki-laki, jadi jangan dianggap remeh apalagi diberi kekerasan, saya tidak setuju sekali.” Tegas Hilda.

Ia pula menuturkan, bahwa pemerintah ataupun pihak perusahaan/pabrik harus memberikan fasilitas yang memang dapat mendukung perempuan (seperti beban dikurangi saat hamil di pabrik, atau memberikan tempat untuk menyusui, dan lain sebagainya) bukanlah mendukung kelemahan perempuan namun merupakan perilaku menghargai.

“Saya sangat berharap semoga perlakuan terhadap sosok perempuan menjadi lebih baik lagi, baik dalam tindakan diskriminatif ataupun semena-mena.” Ungkap Hilda.

Adapula sosok Pahlawan perempuan asli pribumi mempunyai sikap keberanian yang menginspirasi bagi Ketua PW IPPNU Sumatera Selatan ini yaitu R.A Kartini. Dimana menurutnya sosok wanita tersebut telah berperan besar dalam perlawanan dan membela hak-hak konkrit perempuan dalam sejarah Indonesia, bahkan dunia.

Baca Juga :  TSK Pembunuhan Sadis tak Berdaya saat "Dicangking" Polisi

“Tokoh perempuan yg menginspirasi dan memotivasi menurut saya ialah ibu kita R.A Kartini, yang dimana menurut saya beliau sangatlah patut dijadikan contoh karena pada masa ini sudah hampir punah karakter yang ditanamkan beliau pada kaum perempuan khususnya saat ini.” Kata Hilda.

Lanjutnya, Kartini yang cerdas, pemberani dan yakin akan semua yang dilakukannya menjadi sifat positif yang bisa dijadikan contoh.

“Beliau sangat patut menjadi sosok yang menginspirasi menurut saya, karena dari beliau lah bola-bola api sampai saat ini tetap menyala. Dan perlu diketahui, apapun profesi kita saat ini tetap lakukan segalanya dengan usaha yang maksimal serta tidak mudah menyerah walaupun halangan datang menyerta.” Tukas Hilda saat diwawancarai oleh reporter SwaraID, pada Senin (8/3/21).

Ketua PW IPPNU Sumatera Selatan ini diakhir perbincangan menyematkan bahwa perempuan juga harus yakin bahwa seluruh kerja keras akan terbayar dengan hasil yang membanggakan dan tanpa juga bisa menginspirasi orang-orang disekitar dengan tekad keberanian serta upaya dalam perlawanan memperjuangkan hak-hak perempuan.

UMKM Kito - Solusi UMKM Go-Online

Komentar

Berita Lainya