SWARAID – MUBA, (16/11/2020) : Angkringan kecil nan sederhana di Simpang Gas Kec. Tungkal Jaya, Kab. Musi Banyuasin adalah lapak gorengan tempat cari makan seorang wanita bernama Ainun (45). Sebagai penjual gorengan dan kopi, itulah aktifitas Ainun di angkringan miliknya.
Siang cukup terik. Terlihat suaminya mondar-mandir menggunakan sepeda motor membawa tabung gas 3 kilo. Ainun resah, karena sang suami tak berhasil menemukan penjual gas meski sudah mencari sampai jauh.
“Aduh, sudah sebulan ini Mbak kayak gini. Harga mahal, barangnya juga susah ” Keluh penjual gorengan tersebut.
“Biasanya harga 25 ribu, sekarang bisa 30 ribu sampai 35 ribu Mbak.” Sambung ibu beranak tiga tersebut.
Ainun mengaku kenaikan harga dan kelangkaan gas tersebut sangat berpengaruh terhadap usaha kecil-kecilan yang ia tekuni.
“Terasa sekali Mbak, kita jualan cuma kayak gini seberapa lah dapetnya. Apalagi yang namanya gas itu kan keperluan pokok. Kita sudah susah, jangan lah dibikin makin susah.” Sambil merapikan dagangannya Ainun bercerita kepada SWARAID.
“Kalau gas 12 kilo sih selalu ada, tapi gak mungkin kami pakai gas 12 kilo. Seharusnya kan yang punya duit yang pakai gas 12 kilo, yang subsidi untuk orang kayak kita. Tapi yang berduit pun pakai yang 3 kilo semua.” Sembari tersenyum Parlan (47) suami Ainun menimpali.












Komentar