Jumat, 29 April 2022 19:17 WIB

Dinilai Melanggar Aturan; Wakil Walikota Palembang Gelar Bukber di Kediamannya

Oleh : | Editor : Noviani Dwi Putri
Dibaca :700 kali | Durasi baca : 2 Menit

SWARAID, PALEMBANG : Bukber atau buka bersama adalah rutinitas paling fenomenal saat bulan Ramadhan bagi umat muslim. Namun dalam dua tahun terakhir ini presiden RI Joko Widodo masih melarang kegiatan tersebut mengingat Pandemi Covid-19 yang masih berlalu.

Namun dibanding tahun lalu, bulan puasa kali ini Jokowi lebih menitik beratkan pelarangan bukber kepada para ASN ataupun pejabat tinggi instasi pemerintah.

Larangan tertuang dalam surat edaran yang diterbitkan Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung bernomor R-0055/Seskab/DKK/3/2022.

Bukan tanpa alasan presiden Jokowi melarang bukber dilakukan tahun ini, dari laman YouTube resmi Presiden Jokowi pada tanggal 23 Maret 2021.

Pelarangan tersebut dimaksudkan agar para pejabat menjadi contoh agar tetap waspada terhadap penyebaran covid-19.

“Untuk pejabat dan pegawai pemerintah, kita masih melarang untuk lakukan buka puasa bersama dan juga open house,” kata Jokowi melalui kanal Youtube Sekretariat Presiden, Rabu (23/3).

Namun sayangnya, aturan tersebut tidak menjelaskan detail treatment yang diberikan terhadap para pejabat jika melanggar.

Seperti yang terjadi di kota Palembang, beredar luas sebuah video amatir di jejaring Whatsapp. Dalam rekaman tersebut, terlihat sosok wanita mengenakan pakaian muslim berwarna putih duduk di tengah para tamu undangan dan  memberikan sambutan, Kamis sore (28/4/22).

Baca Juga :  BNN Provinsi Sumsel dan Pemkot Palembang Akan Bersinergi Bangun "Kampung Bersinar"

Wanita dalam rekaman tersebut diduga kuat adalah Wakil Walikota Palembang yang menggelar acara buka bersama di kediamannya.

Dalam sambutannya, ia menyebut hampir seluruh camat di kota Palembang diundang dalam kegiatan bukber yang berlangsung di kediaman pribadinya tersebut.

“Yang saya hormati para camat, yang hadir Camat Kertapati, Jakabaring, Bukit Kecil, IB 1 dan 2 serta Camat Gandus, serta para lurah yang juga sempat hadir, dan mohon maaf tak bisa saya sebutkan satu-satu. Bapak ibu semuanya yang saya hormati dan banggakan.”

Terlepas dari isi kegiatan berbuka bersama yang digelar tersebut dalam rangka apa.  Jika benar yang dimaksud adalah Wakil Walikota Palembang, yang menjadi titik sorot dalam kegiatan tersebut adalah dilakukan oleh sosok pemimpin kota Palembang yang dikenal begitu getol menyampaikan pentingnya mewaspadai penyebaran covid-19.

Padahal, di level yang ia jabat begitu krusial dan menjadi sorotan, salah satunya tanggung jawab menjalankan peraturan pemerintah, termasuk imbauan yang diberikan oleh Presiden RI Joko Widodo.

Dengan artian apa yang dilakukan oleh Wakil Walikota Palembang menggelar buka puasa bersama yang juga mengundang beberapa ASN setingkat Camat dan Lurah di Kota Palembang, dapat dinilai melanggar perintah Presiden RI.

Baca Juga :  RD : Kerap Kali Menjadi Kendala Pemkot Adalah Keterbatasan Anggaran !

“Sikap melanggar aturan dan peraturan yang dilakukan oleh Wakil Walikota Palembang merupakan gambaran dari moralitas yang dimiliki oleh seorang pejabat. Sehingga dapat dibayangkan bagaimana sosok seorang pejabat yang dengan sengaja melanggar aturan dan peraturan demi tujuan tertentu untuk kemudian diminta bertanggung jawab dan berbakti kepada masyarakat, nusa dan bangsa, tentu sangat diragukan dan patut dipertanyakan,” tegas Ketua Jarkot, As’Sadil Farouq.

Sebagaimana dipahami, larangan melakukan buka bersama dan open house saat Idul Fitri juga merupakan langkah waspada dan untuk mencegah penyebaran virus Covid 19.

“Kita juga harus memaknai pelarangan buka puasa bersama dan open house saat lebaran merupakan langkah untuk mencegah penyebaran virus corona yang saat ini sudah semakin melandai dari status pandemik menjadi endemik,” pungkasnya.

Dapatkan update berita setiap hari dari SWARA.ID.
Mari gabung di sosmed SWARAID OFFICIAL untuk informasi terkini lainnya: https://linktr.ee/swaraidofficial dan Grup Telegram SWARAID OFFICIAL, caranya klik link https://t.me/swaraidofficial, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Komentar

Berita Lainya