Selasa, 23 November 2021 19:13 WIB

Buka Pintu Investasi! Transisi Energi; Sebuah Keniscayaan

Oleh : | Editor : Noviani Dwi Putri
Dibaca :250 kali | Durasi baca : 3 Menit

SWARAID, JAKARTA : Pada COP26 di Glasgow lalu, presiden telah memberikan komitmen pada pengembangan energi  baru terbarukan (EBT). Komitmen tersebut diharapkan bisa meningkatkan minat investor untuk menanamkan modalnya di sektor energi terbarukan di Indonesia.

Selama masih mengandalkan energi fosil, maka investor tidak akan masuk ke Indonesia, atau setidaknya akan mengurangi jumlah investor yang datang ke Indonesia. Dikarenakan adanya market force, baik dari sisi konsumen dan investor yang menginginkan produk dengan emisi rendah.

Energi  hijau menarik minat investor

Presiden mengatakan, saat ini sudah banyak pelaku industri yang berminat untuk berinvestasi di Kawasan Industri Hijau (Green Industrial Park) di Kalimantan Utara (Kaltara) yang pembangunannya akan dimulai pada Desember 2021.

“Industri yang akan masuk antre ternyata, ini saya kaget. Kita coba dulu, antre,” kata Presiden Jokowi saat membuka The 10th Indonesia EBTKE ConEx 2021 di Istana Negara, Senin (22/11/21) sebagaimana dikutip dari Katadata.co.id

Jokowi mengatakan, Green Industrial Park Kaltara yang mengandalkan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) Sungai Kayan, merupakan percobaan pengembangan energi hijau olah pemerintah untuk transisi energi dari sumber daya fosil ke energi  baru terbarukan (EBT).

PLTA Sungai Kayan akan menghasilkan energi hingga 13.000 megawatt (MW). Selain di Sungai Kayan, pemerintah juga akan mencoba mengembangkan EBT dari sumber daya energi di Sungai Mamberamo, Papua.

Baca Juga :  Belum Usai Derita Korban Pemasangan ICONNET, Adik Andrean Harus Merelakan Buah Hatinya

“Saya sampaikan ke Pak Menteri Koordinator, coba dua, Sungai Kayan, Sungai Mambremo. Sungai Kayan sudah dihitung kira-kira bisa 13.000 MW, Mambremo bisa kira-kira 24.000 MW. Oke, carikan investor yang bisa masuk ke sana,” kata Jokowi.

Presiden menyebut para investor sudah berebut agar produk yang dihasilkan dapat dicap sebagai green product (produk hijau).

Hal itu karena saat ini dan ke depannya, nilai produk menggunakan energi hijau akan jauh lebih tinggi dibandingkan dengan saat menggunakan energi fosil.

“Kalau (percobaan transisi energi) ini jalan, mungkin skenarionya akan lebih mudah. Tapi kalau ini nggak jalan, kalau kita mengharapkan global mau gratisan juga nggak mungkin mereka mau memberikan, nombokin,” kata Presiden Jokowi.

Skema pembiayaan transisi energi

Pemerintah, ujar Presiden, saat ini sedang mencari skema dan menyusun  perhitungan yang matang untuk mempersiapkan transisi energi  dari sumber daya fosil ke EBT.

“Pertanyaannya pasti ke sana (transisi energi), siapa yang menanggung itu (pembiayaan transisi energi) Saya minta bapak ibu sekalian coba bersama membuat skenario transisi energi. Lebih cepat lebih baik. Akan tetapi hitung-hitungan lapangan harus dikalkulasikan secara lebih detail.” Ujarnya.

Presiden menunjuk Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan; Menteri ESDM Arifin Tasrif, dan Menteri BUMN Erick Thohir, untuk membuat skema konkret dalam transisi energi, terutama mengenai sumber pembiayaan.

Baca Juga :  Berkenalan dengan DME; Produk Olahan Batu Bara Pengganti LPG

“Yang konkret-konkret saja, tapi kalkulasinya riil, hitungan angkanya riil. Kalau bisa transisi, pasti ada harga naik. Ini siapa yang bertanggung jawab, pemerintah atau masyarakat atau masyarakat global, mau mereka nombokin negara ini?” ujar Presiden.

Menyegerakan transisi energi

Dalam tayangan YouTube Sekretariat Presiden, Jokowi meminta PLN dan Pertamina agar tak menunda-nunda transisi energi di Indonesia. Kedua perusahaan pelat merah tersebut harus segera menyiapkan detail rencana transisi yang konkret.

“Transisi energi ini tak bisa ditunda-tunda. Oleh sebab itu perencanaannya , grand design-nya harus mulai disiapkan, tahun depan akan apa? Lima tahun lagi akan apa? Sepuluh tahun yang akan datang misalnya, akan disetop (konsumsi energi  fosil).”

Jokowi mengatakan, bahwa PLN dan Pertamina akan terkena imbas dari transisi energi. Seperti kebijakan penggunaan mobil listrik yang akan dimulai di Eropa dan berbagai belahan dunia.

Menurutnya, mobil listrik bukan karena keputusan bisnis, melainkan sudah diperkuat dalam bentuk undang-undang dan berbagai regulasi.

Bauran energi di Indonesia masih didominasi oleh batu bara sebesar 67%, kemudian minyak bumi 15%, dan gas 80%.

“Kalau kita bisa mengalihkan itu ke energi yang lain, misalnya mobil diganti listrik, gas rumah tangga diganti listrik karena PLN kelebihan pasokan, artinya PLN terserap, impor minyak di Pertamina turun.”

Baca Juga :  Rencana Pengembangan Energi Nuklir Belum Dibarengi Regulasi yang Mendukung

Negara akan mendapatkan keuntungan dalam bentuk neraca pembayaran yang lebih baik. Sebab neraca pembayaran Indonesia sudah sekian lama defisit karena dibebani impor minyak yang terlalu besar.

“Itu tugas bapak ibu. Kalau ini tidak diselesaikan, sampai kapanpun (masalah) neraca pembayaran kita tidak akan beres.”

Kemudian khusus PLN, presiden minta untuk segera menyiapkan transisi energi. Misalnya pada 2022 PLN dapat menggantikan 5.000 MW listrik dari batu bara ke pembangkit EBT seperti hidro, solar, atau panas bumi.

Jokowi mengatakan, terkait jarak harga batu bara dengan pembangkit hidro, surya, atau geothermal, negara maju sudah tertarik untuk berinvestasi di Indonesia. Apalagi ada janji negara-negara maju untuk membayarkan US$ 100 miliar per tahunnya kepada negara berkembang di seluruh dunia untuk transisi ini.

“Harus mulai disiapkan, dan diidentifikasi. Karena kita akan semakin ditekan. Negara maju akan bilang ‘jangan mau investasi di Indonesia karena masih pakai energi  fosil, jangan kasih bantuan ke Indonesia’. Nekannya pasti kayak begitu, ini yang harus kita antisipasi.” Ujar Jokowi dihadapan Direksi dan Komisaris PT PLN dan PT Pertamina.

 

 

Dapatkan update berita setiap hari dari SWARA.ID.
Mari gabung di sosmed SWARAID OFFICIAL untuk informasi terkini lainnya: https://linktr.ee/swaraidofficial dan Grup Telegram SWARAID OFFICIAL, caranya klik link https://t.me/swaraidofficial, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Komentar

Berita Lainya